Banner Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Penulis Admin MitraRenov

Dipublikasikan: 24 Nov 2020 | Diperbaharui: 26 Jan 2022


Lantai keramik rumah anda tidak rata atau bergelombang atau bahkan tiba-tiba pecah dengan sendirinya? Kejadian yang sering disebut keramik ‘meledak’ atau ‘popping’ ini banyak terjadi pada rumah yang relatif masih baru. Biasanya diakibatkan oleh beban yang berlebihan atau benturan benda keras.

Setiap jenis lantai keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Beban yang berlebihan di satu titik, secara langsung dapat memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.

Keramik lantai memiliki kadar muai – susut akibat perubahan suhu dan juga kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai – susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar.

Apa penyebab lantai popping? Dan bagaimana mencegahnya? Simak artikel di bawah ini.

Penyebab lantai popping

  1. Kondisi elemen di bawah keramik
    Penyebab pertama keramik ‘popping’ adalah perubahan atau pergeseran elemen di bawah lantai. Jika lantai berada di atas permukaan tanah, maka gempa dan banjir dapat menyebabkan pergerakan tanah di bawah pasangan lantai, dan memaksa pasangan lantai yang melekat di atasnya untuk ikut bergerak.

    Jika pasangan lantai keramik di atas dak beton, maka selain faktor gempa, muai-susut dak beton yang belum sempurna dapat juga menyebabkan terjadinya pergerakan pada dak beton dan pasangan keramik di atasnya.

  2. Perekat lantai
    Perekat keramik tradisional (semen, pasir dan air) menyusut seiring berjalannya waktu akibat menguapnya air. Penyusutan perekat yang tidak seragam akan mendorong keramik untuk lepas dengan sendirinya. Selain itu, pemasangan perekat yang tidak merata menyebabkan timbulnya lubang (kopong) di bawah keramik. Lubang-lubang ini dapat terisi air atau udara yang peka terhadap perubahan suhu. Saat terjadi perubahan suhu ekstrim lubang ini dapat memuai atau menyusut dengan cepat dan memaksa keramik di atasnya untuk ikut bergerak.

  3. Nat
    Nat atau Jarak antar keramik yang terlalu rapat, menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik.

  4. Beban Berlebihan dan benturan benda keras
    Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.

  5. Mutu lantai keramik
    Lantai keramik memiliki kadar muai-susut akibat perubahan suhu dan kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai-susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar.


Bagaimana mencegahnya? Dan apa yang dapat dilakukan jika keramik lantai terlanjur meledak atau ‘popping’?

Langkah pencegahan

  1. Dak beton telah kering sempurna sebelum dipasang keramik
  2. Gunakan perekat khusus sesuai jenis lantainya
  3. Gunakan keramik yang bermutu. Jika tidak, maka salah satu cara untuk menghindari muai/susut mendadak adalah dengan merendam keramik di air sebelum pemasangan
  4. Gunakan alat bantu pemasangan keramik
  5. Jarak nat antar keramik harus sesuai spesifikasi, dan gunakan pengisi nat yang bermutu
  6. Periksa setelah pemasangan dengan mengetuk keramik, bagian yang pasangannya tidak sempurna akan terdengar kosong atau kopong
  7. Beri waktu pengeringan yang cukup, lantai jangan langsung digunakan atau diberi beban

Perbaikan

Perbaikan keramik dapat dilakukan sebelum pecah atau ‘popping’. Jika terdeteksi sejak awal bahwa terjadi lubang di bawah keramik (suara kopong atau keramik ‘goyang’ saat diinjak), maka kami sarankan anda melepas keramik yang bermasalah, kupas adukan perekatnya sampai dasar dan pasang kembali keramiknya. Jika terlanjur pecah, maka tidak ada pilihan lain anda harus mengganti keramik yang pecah dengan yang baru.

Demikian uraian kami mengenai penyebab meledaknya keramik atau ‘popping’. Mudah- mudahan dapat menjadi masukan anda dalam mewujudkan rumah impian anda.

Artikel Serupa

Banner Berita Tips Memilih Jasa Kontraktor Kolam Renang Tangerang

Tips Memilih Jasa Kontraktor Kolam Renang Tangerang

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 07 Jan 2015

Saat ini banyak jasa kontraktor kolam renang tangerang yang menawarkan layanannya. Tentu anda jangan asal pilih, yuk simak tips memilih layanan ini ...

Banner Berita Kontraktor Kolam Renang Bandung, Profesional dan Bergaransi

Kontraktor Kolam Renang Bandung, Profesional dan Bergaransi

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 17 Apr 2024

Mitrarenov - WA 0822 9000 9990 - Jasa Pembuatan Kolam renang Berpengalaman dan Bergaransi. Desain Estetik, Konsultasi Gratis. ...

Banner Berita Tips Memilih Jasa Desain Rumah Online Murah

Tips Memilih Jasa Desain Rumah Online Murah

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 18 May 2018

Simak beberapa tips di bawah ini untuk menemukan penyedia jasa desain rumah online yang terbaik untuk Anda ...

Banner Berita Kenapa Ketinggian Bangunan Perlu Dibatasi?

Kenapa Ketinggian Bangunan Perlu Dibatasi?

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 02 Sep 2020

Setiap bangunan, memiliki tingkat ketinggian maksimum. Ketinggian bangunan tersebut dibatasi demi penataan kawasan dan keselamatan masyarakat di sekitar gedung itu berdiri. Berikut beberapa hal yang pada umumnya dijadikan pertimbangan terkait dengan ketinggian suatu bangunan:. ...

Konsultasi Gratis