Banner Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Penulis Admin Mitrarenov

Diperbaharui: 24 Nov 2020 | Diterbitkan: 11 Oct 2016


Isi Konten Artikel
Lantai keramik rumah anda tidak rata atau bergelombang atau bahkan tiba-tiba pecah dengan sendirinya? Kejadian yang sering disebut keramik ‘meledak’ atau ‘popping’ ini banyak terjadi pada rumah yang relatif masih baru. Biasanya diakibatkan oleh beban yang berlebihan atau benturan benda keras.

Setiap jenis lantai keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Beban yang berlebihan di satu titik, secara langsung dapat memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.

Keramik lantai memiliki kadar muai – susut akibat perubahan suhu dan juga kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai – susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar.

Apa penyebab lantai popping? Dan bagaimana mencegahnya? Simak artikel di bawah ini.

Penyebab lantai popping

  1. Kondisi elemen di bawah keramik
    Penyebab pertama keramik ‘popping’ adalah perubahan atau pergeseran elemen di bawah lantai. Jika lantai berada di atas permukaan tanah, maka gempa dan banjir dapat menyebabkan pergerakan tanah di bawah pasangan lantai, dan memaksa pasangan lantai yang melekat di atasnya untuk ikut bergerak.

    Jika pasangan lantai keramik di atas dak beton, maka selain faktor gempa, muai-susut dak beton yang belum sempurna dapat juga menyebabkan terjadinya pergerakan pada dak beton dan pasangan keramik di atasnya.

  2. Perekat lantai
    Perekat keramik tradisional (semen, pasir dan air) menyusut seiring berjalannya waktu akibat menguapnya air. Penyusutan perekat yang tidak seragam akan mendorong keramik untuk lepas dengan sendirinya. Selain itu, pemasangan perekat yang tidak merata menyebabkan timbulnya lubang (kopong) di bawah keramik. Lubang-lubang ini dapat terisi air atau udara yang peka terhadap perubahan suhu. Saat terjadi perubahan suhu ekstrim lubang ini dapat memuai atau menyusut dengan cepat dan memaksa keramik di atasnya untuk ikut bergerak.

  3. Nat
    Nat atau Jarak antar keramik yang terlalu rapat, menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik.

  4. Beban Berlebihan dan benturan benda keras
    Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.

  5. Mutu lantai keramik
    Lantai keramik memiliki kadar muai-susut akibat perubahan suhu dan kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai-susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar.


Bagaimana mencegahnya? Dan apa yang dapat dilakukan jika keramik lantai terlanjur meledak atau ‘popping’?

Langkah pencegahan

  1. Dak beton telah kering sempurna sebelum dipasang keramik
  2. Gunakan perekat khusus sesuai jenis lantainya
  3. Gunakan keramik yang bermutu. Jika tidak, maka salah satu cara untuk menghindari muai/susut mendadak adalah dengan merendam keramik di air sebelum pemasangan
  4. Gunakan alat bantu pemasangan keramik
  5. Jarak nat antar keramik harus sesuai spesifikasi, dan gunakan pengisi nat yang bermutu
  6. Periksa setelah pemasangan dengan mengetuk keramik, bagian yang pasangannya tidak sempurna akan terdengar kosong atau kopong
  7. Beri waktu pengeringan yang cukup, lantai jangan langsung digunakan atau diberi beban

Perbaikan

Perbaikan keramik dapat dilakukan sebelum pecah atau ‘popping’. Jika terdeteksi sejak awal bahwa terjadi lubang di bawah keramik (suara kopong atau keramik ‘goyang’ saat diinjak), maka kami sarankan anda melepas keramik yang bermasalah, kupas adukan perekatnya sampai dasar dan pasang kembali keramiknya. Jika terlanjur pecah, maka tidak ada pilihan lain anda harus mengganti keramik yang pecah dengan yang baru.

Demikian uraian kami mengenai penyebab meledaknya keramik atau ‘popping’. Mudah- mudahan dapat menjadi masukan anda dalam mewujudkan rumah impian anda.

Artikel Serupa

Banner Berita Perhatikan hal ini saat memilih jasa kontraktor rumah mewah

Perhatikan hal ini saat memilih jasa kontraktor rumah mewah

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 31 Mar 2019

Jasa kontraktor rumah mewah adalah pilihan tepat tapi anda juga harus hati-hati. Supaya tidak kecewa dan rugi, perhatikan hal berikut ini ...

Banner Berita Mengenal konsep Rumah Gaya Bohemian

Mengenal konsep Rumah Gaya Bohemian

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 13 Dec 2021

Gaya bohemian kerap mengkolaborasikan benda atau furnitur yang cenderung murah. Berikut adalah beberapa ide dekorasi rumah untuk Anda mulai ...

Banner Berita 5 Kelebihan Menggunakan Jasa Renovasi Rumah di Bandung dan Cirebon

5 Kelebihan Menggunakan Jasa Renovasi Rumah di Bandung dan Cirebon

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 31 May 2018

Apakah Anda berencana untuk memperbaiki rumah sesuai dengan keinginan? Tak ada salahnya untuk mempertimbangkan jasa renovasi rumah bandung dan cirebon ...

Banner Berita Tempat Gym Di Rumah, Kenapa Tidak?

Tempat Gym Di Rumah, Kenapa Tidak?

Admin Mitrarenov

Diterbitkan 08 Jun 2022

Ingin badan tetap sehat walau di rumah aja? Anda bisa membuat sport area semaksimal mungkin di setiap sudut rumah dengan trik di bawah ini ...

Konsultasi Gratis