Kenapa Ketinggian Bangunan Perlu Dibatasi?

Posting pada 02 Sep 2020

Apa sebenarnya ketinggian bangunan itu? Ketinggian bangunan dapat didefinisikan sebagai ketinggian maksimum yang diperbolehkan bagi suatu bangunan untuk dibangun di atas suatu lahan atau tanah. Ketinggian bangunan sendiri dikelompokkan menjadi tiga macam: bangunan rendah, bangunan sedang, dan bangunan tinggi.

Setiap bangunan, memiliki tingkat ketinggian maksimum. Ketinggian bangunan tersebut dibatasi demi penataan kawasan dan keselamatan masyarakat di sekitar gedung itu berdiri. Berikut beberapa hal yang pada umumnya dijadikan pertimbangan terkait dengan ketinggian suatu bangunan:.
  1. Pertimbangan jalur pesawat terbang
    Daerah yang dekat dengan bandar udara memerlukan area terbuka yang bebas gangguan sebagai jalur naik dan turunnya pesawat. Hal ini akan berpengaruh pada peraturan ketinggian bangunan di sekitar kawasan bandar udara tersebut. Area yang dilewati oleh jalur pesawat terbang sudah pasti akan memiliki aturan ketinggian bangunan yang terbatas demi keamanan bangunan maupun kelancaran aktivitas dalam bandar udara. Jika Anda adalah pemilik bangunan di sekitar bandar udara, tentunya Anda tidak ingin bukan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan terhadap bangunan Anda?

  2. Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
    Hal ini erat kaitannya dengan luas keseluruhan lantai. Bila luas area seluruh lantai bangunan telah mencapai batas, maka jumlah lantai dan ketinggian bangunan pun tidak boleh ditambah lagi.

  3. Bahaya Kebakaran
    Bangunan dengan tingkat yang sangat tinggi, dapat mempersulit kondisi penyelamatan korban serta pemadaman api saat terjadi kebakaran. Maka dari itu, riskiko terjadinya kebakaran atau bencana lain patut menjadi pertimbangan.

  4. Pertimbangan Struktur Lantai
    Struktur lantai merupakan penahan beban gravitasi, sehingga perlu dipertimbangkan pemilihannya. Dalam membangun suatu bangunan, satu hal yang perlu diingat ialah makin ringan beban lantai, makin berkurang dimensi kolom dan pondasinya.

Kalau sudah tahu alasannya, bagaimana jika batas ketinggian bangunan itu dilanggar? Sama halnya dengan melanggar peraturan bangunan lainnya, tentunya akan ada sanksi yang diberikan kepada pemilik bangunan. Sanksi tersebut dapat berupa penarikan izin membangun, denda, hingga adanya pembongkaran bangunan. Tentu saja Anda pasti tidak ingin bukan mendapatkan sanksi seperti itu?
Read More

Pentingnya Quantity Surveyor untuk pembangunan rumah tinggal

Posting pada 24 Jul 2020

Quantity Surveyor (QS) adalah sebuah profesi yang mempunyai keahlian dalam perhitungan volume, penilaian pekerjaan konstruksi, administrasi kontrak sedemikian sehingga suatu pekerjaan dapat dijabarkan dan biayanya dapat diperkirakan, direncanakan, dianalisa, dikendalikan dan dipercayakan. Orang dengan profesi ini harus mampu membantu site engineer dalam menganalisis dan membuat harga satuan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan syarat-syarat umum kontrak, spesifikasi teknis, metoda kerja, persyaratan khusus pelaksanaan pekerjaan; memberi pertimbangan terhadap harga satuan pada setiap komponen pelaksanaan pekerjaan, permasalahan yang timbul dalam administrasi kontrak dalam proses penagihan pembayaran.

Di Indonesia sendiri, peran QS masih terbatas pada perencanaan dan pengendalian biaya konstruksi semata. Dan hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa profesi QS masih terdengar asing bagi banyak orang. Akan tetapi, apabila Anda berencana atau sedang membangun rumah, alangkah baiknya Anda menggunakan jasa QS agar perhitungan nilai proyek dapat berjalan seefisien mungkin dan Anda terhindar dari ulah kontraktor nakal.

Berikut ini Peran dan tugas serta tanggung jawab utama quantity surveyor antara lain adalah:
  1. Peran Quantity Surveyor (QS) dalam Pembangunan Rumah Tinggal:
    • Memberikan saran yang berkaitan dengan pengendalian biaya pembangunan/proyek agar tidak melampaui rencana anggaran yang ditetapkan oleh pemilik proyek (owner)

    • Menangani aspek legal pelaksanaan proyek
    • Membantu pekerjaan Kontraktor sebagai estimator atau manajer kontrak.
  2. Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Quantity Surveyor:
    • Memahami hal terkait volume, harga satuan, dan tata cara pembayaran yang dijelasakan dalam dokumen lelang atau dokumen kontrak.
    • Melakukan survey lapangan awal sebelum dilakukan pekerjaan
    • Membuat bill of quantity sesuai dengan gambar kerja, data teknik lapangan, dan spesifikasi teknis yang digunakan pada pekerjaan proyek konstruksi tersebut
    • Melakukan evaluasi atas kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan di lapangan seperti, bahan, alat dan dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan
    • Mengevaluasi jadwalkan pekerjaan agar tidak terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan agar proyek selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
    • Menghitung jumlah volume, bahan, serta tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan.
    • Memeriksa perubahan terkait volume pekerjaan di lapangan
    • Mempersiapkan data terkait pengajuan penagihan hasil pekerjaan
    • Memeriksa dan menghitung hasil pekerjaan sub kontraktor
    • Melakukan survey akhir terhadap pekerjaan ketika pekerjaan telah selesai dikerjakan
    • Memberikan penjelasan dan saran terkait permasalah yang timbul di lapangan.
    • Memberikan saran dan data yang dibutuhkan kepada site manager

Setelah melihat peran dan tugas Quantity Surveyor (QS) diatas, apakah anda tertarik untuk menggunakan jasa Quantity Surveyor (QS) untuk pembangunan rumah anda?
Read More

Penerapan New Normal Dalam Pembangunan Rumah Tinggal

Posting pada 14 Jul 2020

Pandemi Covid-19 hingga kini masih melanda sebagian besar negara di dunia, tak menutup kemungkinan Indonesia salah satunya. Pandemi Covid-19 juga telah memaksa orang-orang untuk tetap tinggal di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, sebagian besar negara menghimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tak ada kepentingan mendesak. Namun setelah beberapa bulan berjalan pemerintah menetapkan kebijakan baru terkait PSBB guna untuk membangun ulang perekonomian yang akan dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Dalam PSBB, sejumlah besar bisnis dilarang untuk beraktivitas di kantor dan mewajibkan karyawannya untuk working from home. Akan tetapi, ada sejumlah sektor bisnis yang dikecualikan, yaitu kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, dan kebutuhan sehari-hari (Pergub DKI Jakarta 33/2020 Pasal 10). Mitrarenov, selaku platform berbasis teknologi informasi yang berkaitan dengan dunia konstruksi, pun termasuk sektor bisnis yang dikecualikan tersebut. Namun, demi mendukung kebijakan physical distancing, seluruh aktivitas kantor telah dialihkan ke rumah masing-masing karyawan. Akan tetapi, ada banyak mitra tenaga profesional Mitrarenov yang masih berkewajiban melaksanakan proyek konstruksi di lapangan, yang tetap berkomitmen mewujudkan impian para homeowners yang menggunakan jasa Mitrarenov.

Setelah beberapa bulan berjalan Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan tahapan rencana pembukaan sektor ekonomi untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau new normal. New normal digadang-gadang sebagai usaha untuk menggerakkan kembali perekonomian yang lumpuh selama beberapa bulan terakhir.

Apa itu new normal?

New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Apa saja kriteria dan syarat penerapan new normal menurut WHO?

Organisasi kesehatan dunia WHO telah menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19. Dalam protokol tersebut, negara harus terbukti mampu mengendalikan penularan COVID-19 sebelum menerapkan new normal.

Pengendalian ini juga harus bisa dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi misal panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan wilayah dengan banyak penduduk. Langkah pengendalian dengan pencegahan juga harus diterapkan di tempat kerja.

Beberapa daerah telah membuat aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan COVID-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Bagaimana persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Bangun Rumah tinggal dalam penerapan new normal?

Pengerjaan proyek di lapangan tentunya cukup berisiko dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, kami telah merangkum pedoman yang disarankan oleh otoritas resmi seperti pemerintah maupun WHO, guna meminimalisasi risiko tersebut agar keamanan dan kesehatan setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi tetap terjaga.

Pedoman ini dibuat terutama untuk menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek konstruksi menghadapi situasi Covid-19. Tentunya ini tidak menjamin bahwa semua risiko dapat dihilangkan. Pelaksanaan di lapangan secara ketat menjadi faktor penentu seberapa besar risiko tersebut dapat diminimalisasi.

Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, selalu menggunakan masker, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan,"

Dengan mengikuti pedoman ini dan juga selalu mengikuti anjuran dan saran dari pemerintah, semoga semua proyek konstruksi dapat terus berjalan di tengah-tengah wabah ini.
Read More

Kenali Cara Menghindari Ulah Kontraktor Nakal

Posting pada 03 Jul 2020

Menggunakan jasa kontraktor menjadi pilihan yang paling realistis dan efektif untuk membangun rumah impian. Jasa kontraktor rumah pun terus menjamur dengan permintaan pembangunan rumah yang semakin tinggi. Banyak yang memberikan jasa yang profesional, cekatan, dan rapi. Namun, tidak sedikit juga yang tidak profesional, payah, dan nakal sehingga kontraktor seperti ini perlu diwaspadai.

Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum memilih kontraktor. Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan utama adalah penawaran harga, nama besar kontraktor, serta pengalamannya. Semakin besar nama sebuah jasa kontraktor, maka semakin kecil pula kemungkinan untuk melakukan kecurangan. Namun, harga jasa yang ditawarkan pun sudah pasti tidak murah jika menggunakan jasa kontraktor yang sudah memiliki nama besar.

Seperti apa saja kenakalan kontraktor yang biasa terjadi di lapangan dan cara menghindarinya?
  1. Pilih kontraktor yang memiliki reputasi baik
    Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih kontraktor adalah penawaran harga, nama besar yang terkait dengan kredibilitas pengembang, serta pengalamannya.

    Pilih kontraktor berpengalaman, terutama pekerjaan yang sejenis dengan yang akan dikerjakan. Cek hasilnya dengan melakukan kunjungan ke proyek yang telah dilaksanakan. Pastikan bahwa kontraktor tersebut benar-benar melakukan seluruh pekerjaan tersebut, bukan sekedar sub pekerjaan tertentu.

  2. Jangan mudah tergiur dengan tawaran kontraktor murah
    Sebagai konsumen atau klien dari kontraktor bangunan, sudah seharusnya Anda lebih teliti dengan melihat pengajuan tawaran biaya yang diberikan oleh kontraktor. Terkadang ada beberapa kontraktor yang sengaja tidak mencantumkan semua daftar pekerjaannya kepada konsumen agar biaya tersebut menjadi lebih murah. Ada pula kontraktor yang pada saat proses pembangunan ia mengajukan tambahan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar biaya tambahan. Oleh karena itu sebelum menyetujui tawaran kontraktor pembangunan rumah, sebaiknya pastikan untuk menanyakan semua tawaran pekerjaan yang mereka ajukan dan sesuaikan dengan biayanya.

  3. Turunkan tim pengawas
    Kinerja suatu pengawasan dinilai dari seberapa aktif dan kompaknya setiap personil dalam satu tim saat bekerja. Semua hasil pengawasan dilakukan dengan berdasar pada petunjuk teknis yang ada dan dengan professional.

    Adapun dalam pelaksanaan pekerjaan proyek, kadangkala mengalami hambatan, masalah dan gangguan selama pelaksanaan, namun hal itu dapat dengan mudah diatasi jika semua personil maupun instansi terkait, bekerja dengan maksimal secara koordinasi. Koordinasi adalah penentu suatu kinerja proyek dapat berjalan maksimal dan terkendali secara profesional. Sehingga akan meminimalisi kecurangan dari kontraktor nakal.

  4. Tetapkan spesifikasi material dengan jelas dan detail sejak awal
    Tentukan sejak awal rumah model apa yang hendak dibangun. Model rumah ini akan mempengaruhi penggunaan material dan spesifikasinya. Tapi biasanya orang menghitungnya secara kasar kebutuhan bangunan berdasarkan luas tanah. Misalnya saja harga membangun rumah per meter persegi sekitar Rp 3 juta. tinggal kalikan saja dengan luas tanah, katakanlah 200 meter persegi, maka total dana yang disiapkan Rp 600 juta. Meski begitu usahakan perhitungannya dibuat seakurat mungkin agar bisa diketahui besaran real dari biaya yang dibutuhkan. Perhitungan bisa disusun sendiri dengan mengetahui item-item pekerjaan pembangunan.

  5. Memperhatikan Keselamatan Pekerja Ketika Di lapangan
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor yang paling penting dalam pencapaian suatu tujuan proyek. Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum masih sering terabaikan. Industri jasa konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki resiko kecelakaan kerja. Sering terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi diakibatkan kurang diperhatikannya Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3).

  6. Perhatikan Dalam Konsisten dengan progress pekerjaan
    Proyek Konstruksi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan sumber daya tertentu, untuk mencapai hasil dalam bentuk bangunan atau infrastruktur.Proyek konstruksi melibatkan kontraktor, pemilik proyek, konsultan perencana dan konsultan pengawas yang saling terkait dalam sebuah perjanjian kerja yang disebut kontrak. Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan dari kesesuaian waktu, biaya dan mutu yang ditetapkan dalam dokumen kontrak.Dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang terlibat.
Nah, Sebelum membangun rumah pastikan untuk selalu waspada dan mengecek beberapa referensi kontraktor agar tidak bertemu dengan kontraktor nakal.
Read More

Tindakan untuk Meminimalisasi Risiko Penularan Covid-19 dalam Pelaksanaan Renovasi Rumah

Posting pada 26 Jun 2020

Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global. Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya. Pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang. Untuk mencegah penularan, organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan physical distancing, atau menjaga jarak fisik demi mencegah penularan virus tersebut.

Sehubungan dengan perkembangan pandemi COVID-19 serta menindaklanjuti Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, maka dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran serta penanganan dampak COVID-19 dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi.

Pengerjaan proyek di lapangan tentunya cukup berisiko dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, kami telah merangkum pedoman yang disarankan oleh otoritas resmi seperti pemerintah maupun WHO, guna meminimalisasi risiko tersebut agar keamanan dan kesehatan setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi tetap terjaga.
  1. Menerapkan jarak yang aman antar pekerja (> 1 meter) pada saat melaksanakan konstruksi Setiap pekerja wajib menggunakan masker dan sarung tangan
  2. Setiap lokasi konstruksi dilengkapi dengan fasilitas hand wash atau hand sanitizer
  3. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada seluruh pekerja minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari (sebelum pekerjaan dimulai) dan siang/sore hari (setelah pekerjaan selesai)
  4. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada fasilitator/pelaku program lainnya yang sedang berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  5. Pekerja/fasilitator/pelaku program lainnya yang memiliki kriteria demam ≥38 derajat celcius disertai batuk dan pilek tidak diizinkan berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  6. Memasang poster (flyer) di lokasi konstruksi Padat Karya tentang himbauan/anjuran pencegahan COVID 19, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan lain-lain
  7. Melakukan penyemprotan desinfektan untuk setiap material yang tiba di lokasi konstruksi Padat Karya
Protokol ini juga diatur dalam Pergub DKI Jakarta tentang PSBB yang mewajibkan penanggung jawab proyek untuk menghubungi dinas kesehatan apabila ditemukan pekerja positif korona, untuk melakukan evakuasi dan penyemprotan desinfektan pada seluruh tempat, fasilitas, dan peralatan kerja, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi pekerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan pekerja yang positif tersebut.

Pedoman ini dibuat terutama untuk menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek konstruksi menghadapi situasi Covid-19. Tentunya ini tidak menjamin bahwa semua risiko dapat dihilangkan. Pelaksanaan di lapangan secara ketat menjadi faktor penentu seberapa besar risiko tersebut dapat diminimalisasi.
Read More
 Whatsapp
  Pilih Jasa