Penerapan New Normal Dalam Pembangunan Rumah Tinggal

Posting pada 14 Jul 2020

Pandemi Covid-19 hingga kini masih melanda sebagian besar negara di dunia, tak menutup kemungkinan Indonesia salah satunya. Pandemi Covid-19 juga telah memaksa orang-orang untuk tetap tinggal di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, sebagian besar negara menghimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tak ada kepentingan mendesak. Namun setelah beberapa bulan berjalan pemerintah menetapkan kebijakan baru terkait PSBB guna untuk membangun ulang perekonomian yang akan dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Dalam PSBB, sejumlah besar bisnis dilarang untuk beraktivitas di kantor dan mewajibkan karyawannya untuk working from home. Akan tetapi, ada sejumlah sektor bisnis yang dikecualikan, yaitu kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, dan kebutuhan sehari-hari (Pergub DKI Jakarta 33/2020 Pasal 10). Mitrarenov, selaku platform berbasis teknologi informasi yang berkaitan dengan dunia konstruksi, pun termasuk sektor bisnis yang dikecualikan tersebut. Namun, demi mendukung kebijakan physical distancing, seluruh aktivitas kantor telah dialihkan ke rumah masing-masing karyawan. Akan tetapi, ada banyak mitra tenaga profesional Mitrarenov yang masih berkewajiban melaksanakan proyek konstruksi di lapangan, yang tetap berkomitmen mewujudkan impian para homeowners yang menggunakan jasa Mitrarenov.

Setelah beberapa bulan berjalan Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan tahapan rencana pembukaan sektor ekonomi untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau new normal. New normal digadang-gadang sebagai usaha untuk menggerakkan kembali perekonomian yang lumpuh selama beberapa bulan terakhir.

Apa itu new normal?

New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Apa saja kriteria dan syarat penerapan new normal menurut WHO?

Organisasi kesehatan dunia WHO telah menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19. Dalam protokol tersebut, negara harus terbukti mampu mengendalikan penularan COVID-19 sebelum menerapkan new normal.

Pengendalian ini juga harus bisa dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi misal panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan wilayah dengan banyak penduduk. Langkah pengendalian dengan pencegahan juga harus diterapkan di tempat kerja.

Beberapa daerah telah membuat aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan COVID-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Bagaimana persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Bangun Rumah tinggal dalam penerapan new normal?

Pengerjaan proyek di lapangan tentunya cukup berisiko dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, kami telah merangkum pedoman yang disarankan oleh otoritas resmi seperti pemerintah maupun WHO, guna meminimalisasi risiko tersebut agar keamanan dan kesehatan setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi tetap terjaga.

Pedoman ini dibuat terutama untuk menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek konstruksi menghadapi situasi Covid-19. Tentunya ini tidak menjamin bahwa semua risiko dapat dihilangkan. Pelaksanaan di lapangan secara ketat menjadi faktor penentu seberapa besar risiko tersebut dapat diminimalisasi.

Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, selalu menggunakan masker, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan,"

Dengan mengikuti pedoman ini dan juga selalu mengikuti anjuran dan saran dari pemerintah, semoga semua proyek konstruksi dapat terus berjalan di tengah-tengah wabah ini.
Read More

Kenali Cara Menghindari Ulah Kontraktor Nakal

Posting pada 03 Jul 2020

Menggunakan jasa kontraktor menjadi pilihan yang paling realistis dan efektif untuk membangun rumah impian. Jasa kontraktor rumah pun terus menjamur dengan permintaan pembangunan rumah yang semakin tinggi. Banyak yang memberikan jasa yang profesional, cekatan, dan rapi. Namun, tidak sedikit juga yang tidak profesional, payah, dan nakal sehingga kontraktor seperti ini perlu diwaspadai.

Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum memilih kontraktor. Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan utama adalah penawaran harga, nama besar kontraktor, serta pengalamannya. Semakin besar nama sebuah jasa kontraktor, maka semakin kecil pula kemungkinan untuk melakukan kecurangan. Namun, harga jasa yang ditawarkan pun sudah pasti tidak murah jika menggunakan jasa kontraktor yang sudah memiliki nama besar.

Seperti apa saja kenakalan kontraktor yang biasa terjadi di lapangan dan cara menghindarinya?
  1. Pilih kontraktor yang memiliki reputasi baik
    Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih kontraktor adalah penawaran harga, nama besar yang terkait dengan kredibilitas pengembang, serta pengalamannya.

    Pilih kontraktor berpengalaman, terutama pekerjaan yang sejenis dengan yang akan dikerjakan. Cek hasilnya dengan melakukan kunjungan ke proyek yang telah dilaksanakan. Pastikan bahwa kontraktor tersebut benar-benar melakukan seluruh pekerjaan tersebut, bukan sekedar sub pekerjaan tertentu.

  2. Jangan mudah tergiur dengan tawaran kontraktor murah
    Sebagai konsumen atau klien dari kontraktor bangunan, sudah seharusnya Anda lebih teliti dengan melihat pengajuan tawaran biaya yang diberikan oleh kontraktor. Terkadang ada beberapa kontraktor yang sengaja tidak mencantumkan semua daftar pekerjaannya kepada konsumen agar biaya tersebut menjadi lebih murah. Ada pula kontraktor yang pada saat proses pembangunan ia mengajukan tambahan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar biaya tambahan. Oleh karena itu sebelum menyetujui tawaran kontraktor pembangunan rumah, sebaiknya pastikan untuk menanyakan semua tawaran pekerjaan yang mereka ajukan dan sesuaikan dengan biayanya.

  3. Turunkan tim pengawas
    Kinerja suatu pengawasan dinilai dari seberapa aktif dan kompaknya setiap personil dalam satu tim saat bekerja. Semua hasil pengawasan dilakukan dengan berdasar pada petunjuk teknis yang ada dan dengan professional.

    Adapun dalam pelaksanaan pekerjaan proyek, kadangkala mengalami hambatan, masalah dan gangguan selama pelaksanaan, namun hal itu dapat dengan mudah diatasi jika semua personil maupun instansi terkait, bekerja dengan maksimal secara koordinasi. Koordinasi adalah penentu suatu kinerja proyek dapat berjalan maksimal dan terkendali secara profesional. Sehingga akan meminimalisi kecurangan dari kontraktor nakal.

  4. Tetapkan spesifikasi material dengan jelas dan detail sejak awal
    Tentukan sejak awal rumah model apa yang hendak dibangun. Model rumah ini akan mempengaruhi penggunaan material dan spesifikasinya. Tapi biasanya orang menghitungnya secara kasar kebutuhan bangunan berdasarkan luas tanah. Misalnya saja harga membangun rumah per meter persegi sekitar Rp 3 juta. tinggal kalikan saja dengan luas tanah, katakanlah 200 meter persegi, maka total dana yang disiapkan Rp 600 juta. Meski begitu usahakan perhitungannya dibuat seakurat mungkin agar bisa diketahui besaran real dari biaya yang dibutuhkan. Perhitungan bisa disusun sendiri dengan mengetahui item-item pekerjaan pembangunan.

  5. Memperhatikan Keselamatan Pekerja Ketika Di lapangan
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor yang paling penting dalam pencapaian suatu tujuan proyek. Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum masih sering terabaikan. Industri jasa konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki resiko kecelakaan kerja. Sering terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi diakibatkan kurang diperhatikannya Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3).

  6. Perhatikan Dalam Konsisten dengan progress pekerjaan
    Proyek Konstruksi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan sumber daya tertentu, untuk mencapai hasil dalam bentuk bangunan atau infrastruktur.Proyek konstruksi melibatkan kontraktor, pemilik proyek, konsultan perencana dan konsultan pengawas yang saling terkait dalam sebuah perjanjian kerja yang disebut kontrak. Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan dari kesesuaian waktu, biaya dan mutu yang ditetapkan dalam dokumen kontrak.Dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang terlibat.
Nah, Sebelum membangun rumah pastikan untuk selalu waspada dan mengecek beberapa referensi kontraktor agar tidak bertemu dengan kontraktor nakal.
Read More

Tindakan untuk Meminimalisasi Risiko Penularan Covid-19 dalam Pelaksanaan Renovasi Rumah

Posting pada 26 Jun 2020

Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global. Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya. Pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang. Untuk mencegah penularan, organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan physical distancing, atau menjaga jarak fisik demi mencegah penularan virus tersebut.

Sehubungan dengan perkembangan pandemi COVID-19 serta menindaklanjuti Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, maka dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran serta penanganan dampak COVID-19 dalam pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi.

Pengerjaan proyek di lapangan tentunya cukup berisiko dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, kami telah merangkum pedoman yang disarankan oleh otoritas resmi seperti pemerintah maupun WHO, guna meminimalisasi risiko tersebut agar keamanan dan kesehatan setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi tetap terjaga.
  1. Menerapkan jarak yang aman antar pekerja (> 1 meter) pada saat melaksanakan konstruksi Setiap pekerja wajib menggunakan masker dan sarung tangan
  2. Setiap lokasi konstruksi dilengkapi dengan fasilitas hand wash atau hand sanitizer
  3. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada seluruh pekerja minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari (sebelum pekerjaan dimulai) dan siang/sore hari (setelah pekerjaan selesai)
  4. Pengukuran suhu badan dilakukan kepada fasilitator/pelaku program lainnya yang sedang berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  5. Pekerja/fasilitator/pelaku program lainnya yang memiliki kriteria demam ≥38 derajat celcius disertai batuk dan pilek tidak diizinkan berada di lokasi konstruksi Padat Karya
  6. Memasang poster (flyer) di lokasi konstruksi Padat Karya tentang himbauan/anjuran pencegahan COVID 19, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan lain-lain
  7. Melakukan penyemprotan desinfektan untuk setiap material yang tiba di lokasi konstruksi Padat Karya
Protokol ini juga diatur dalam Pergub DKI Jakarta tentang PSBB yang mewajibkan penanggung jawab proyek untuk menghubungi dinas kesehatan apabila ditemukan pekerja positif korona, untuk melakukan evakuasi dan penyemprotan desinfektan pada seluruh tempat, fasilitas, dan peralatan kerja, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi pekerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan pekerja yang positif tersebut.

Pedoman ini dibuat terutama untuk menjamin keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek konstruksi menghadapi situasi Covid-19. Tentunya ini tidak menjamin bahwa semua risiko dapat dihilangkan. Pelaksanaan di lapangan secara ketat menjadi faktor penentu seberapa besar risiko tersebut dapat diminimalisasi.
Read More

Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Posting pada 22 Jun 2020

Siapa yang tidak kenal dengan keramik lantai, salah satu elemen yang penting dalam rumah. Bukan hanya sebagai pijakan saja, keramik lantai juga dapat menciptakan kesan cantik dan kenyamanan dalam dekorasi rumah anda.

Tapi ada beberapa orang yang mengalami masalah dengan keramik lantai seperti keramik lantai yang tiba-tiba bergelombang, terangkat atau bahkan pecah dengan sendirinya. Hal ini dikenal sebagai popping. Apa penyebabnya lantai menjadi bergelombang atau 'popping' ?
  • Kondisi elemen di bawah keramik
    Penyebab pertama keramik ‘popping’ adalah perubahan atau pergerakan elemen di bawah lantai. Jika lantai berada di atas permukaan tanah, maka gempa dan banjir dapat menyebabkan pergerakan tanah di bawah pasangan lantai, dan memaksa pasangan lantai yang melekat di atasnya untuk ikut bergerak. Jika pasangan lantai keramik di atas dak beton, maka selain faktor gempa, muai-susut dak beton yang belum sempurna dapat juga menyebabkan terjadinya pergerakan pada dak beton dan pasangan keramik di atasnya

  • Perekat lantai
    Perekat keramik tradisional (semen, pasir dan air) menyusut seiring berjalannya waktu akibat menguapnya air. Penyusutan perekat yang tidak seragam akan mendorong keramik untuk lepas dengan sendirinya. Selain itu, pemasangan perekat yang tidak merata menyebabkan timbulnya lubang (kopong) di bawah keramik. Lubang-lubang ini dapat terisi air atau udara yang peka terhadap perubahan suhu. Saat terjadi perubahan suhu ekstrim lubang ini dapat memuai atau menyusut dengan cepat dan memaksa keramik di atasnya untuk ikut bergerak

  • Nat
    Nat atau Jarak antar keramik yang terlalu rapat, menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik

  • Beban Berlebihan dan benturan benda keras.
    Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya

  • Mutu lantai keramik
    Lantai keramik memiliki kadar muai-susut akibat perubahan suhu dan kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai-susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar

Bagaimana cara mencegahnya? Dan apa yang kita lakukan jika keramik lantai terlanjur meledak atau ‘popping’? Berikut langkahnya
  1. Dak beton telah kering sempurna sebelum dipasang keramik
  2. Gunakan perekat khusus sesuai jenis lantainya
  3. Gunakan keramik yang bermutu. Jika tidak, maka salah satu cara untuk menghindari muai/susut mendadak adalah dengan merendam keramik di air sebelum pemasangan
  4. Gunakan alat bantu pemasangan keramik
  5. Jarak nat antar keramik harus sesuai spesifikasi, dan gunakan pengisi nat yang bermutu
  6. Periksa setelah pemasangan dengan mengetuk keramik, bagian yang pasangannya tidak sempurna akan terdengar kosong atau kopong
  7. Beri waktu pengeringan yang cukup, lantai jangan langsung digunakan atau diberi beban.
Perbaikan keramik dapat dilakukan sebelum pecah atau ‘popping’. Jika terdeteksi sejak awal bahwa terjadi lubang di bawah keramik (suara kopong atau keramik ‘goyang’ saat diinjak), maka kami sarankan anda melepas keramik yang bermasalah, kupas adukan perekatnya sampai dasar dan pasang kembali keramiknya. Jika terlanjur pecah, maka tidak ada pilihan lain anda harus mengganti keramik yang pecah dengan yang baru.

Demikian uraian kami mengenai penyebab meledaknya keramik atau ‘popping’. Mudah-mudahan dapat menjadi masukan anda dalam mewujudkan rumah impian anda. Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Selamat Membangun Rumah Impian


Team Mitrarenov
Read More

Bingung mau Beli Rumah Developer atau Pakai Jasa Arsitek?

Posting pada 16 Jun 2020

Pernah terpikir untuk membangun sebuah rumah? Apabila Anda bermimpi memiliki sebuah rumah untuk investasi atau menjadi hunian bagi masa depan, hal itu dapat terwujud. Namun memang membutuhkan modal besar dan cukup merogoh tabungan untuk mendapatkan rumah idaman tentunya.

Akan tetapi Akan tiba waktunya bagi seseorang untuk membeli rumah apabila sudah memiliki kemampuan finansial yang mencukupi. Namun ketika kemampuan finansial yang mencukupi mereka akan dihadapkan dengan hal dalam memutuskan apakah membeli rumah dari developer atau memakai jasa arsitek. Dan dari kedua hal tersebut tentu akan ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Membeli rumah di developer menjadi salah satu yang banyak diminati banyak orang, terutama mereka yang tinggal di wilayah padat dan perkotaan. Jumlah lahan dan juga properti yang tersedia semakin sedikit dan sempit, sementara permintaan akan rumah dan tanah semakin tinggi setiap tahunnya.

Kelebihan dalam membeli rumah di developer adalah praktis. Orang bisa langsung datang, dan tinggal memilih dari berbagai macam tipe yang tersedia di pasaran, mulai dari tipe klasik, modern, minimalis, kontemporer, klasik minimalis, sampai klasik minimalis modern kontemporer. Anda tinggal bayar dan siap huni tentunya.

Namun untuk kekurangannya Rumah itu belum tentu cocok dengan apa yang anda inginkan, entah dari Penataan ruang terlihat sangat umum berupa ruang tamu di depan dilengkapi dengan kamar-kamar di dekatnya yang berjejer dan dapur yang berada di bagian belakang atau dari modelnya, spesifikasi materialnya, warnanya, kapasitasnya, besar kecilnya ruangan, ada tidaknya ventilasi, taman, dan lain sebagainya. Karena yang membangun rumah tersebut adalah developer, tentu desain dari setiap tipe rumah itu sama. Jadi rumah anda dan rumah tetangga anda akan mirip atau bahkan sama persis. Tidak akan ada keunikan tersendiri atau ciri khas dari rumah anda apabila membeli rumah dari developer.

Berbeda dengan orang yang memilih untuk memakai jasa arsitek. Seorang arsitek berpengalaman mampu merancang sebuah rumah tinggal yang fungsional dengan mempertimbangkan segala sesuatu mengenai keinginan pemilik seperti kebutuhan ruang, tata letak dan hubungan antar ruang yang selaras, langgam arsitektur yang diinginkan dan lain-lain detil keinginan pemilik, sambil dipadukan dengan daya imajinasi sang arsitek. tak ketinggalan, anggaran biaya yang dimiliki owner untuk membangun juga menjadi pertimbangan seorang arsitek dalam merancang karya arsitekturnya.

Namun untuk kekurangannya biasanya terletak pada waktu, dimana Menggunakan jasa arsitek tidak bisa mengharapkan hasil yang instan. Biasanya diperlukan waktu berbulan-bulan untuk arsitek agar dapat mewujudkan rumah impian anda.

Intinya mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. apabila anda tidak masalah dengan desain rumah yang sama dan ingin cepat tinggal di rumah baru, membeli rumah dengan developer tidaklah masalah. Namun bagi anda yang ingin rumah impian yang mencerminkan diri anda, menggunakan jasa arsitek bisa menjadi pilihan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang sedang bingung memutuskan untuk membeli rumah developer atau pakai jasa arsitek.
Read More
 Whatsapp
  Pilih Jasa