Rumah Dengan Sistem Pencahayaan Alami

Posting pada 10 Dec 2020 #


Seiring dengan berkembangnya isu global warming, kesadaran manusia untuk menjaga kelestarian bumi juga semakin meningkat. Manusia semakin sadar bahwa eksistensinya tidak akan pernah bisa lepas dari dukungan sumber daya alam sekitarnya. Sumber daya alam pada dasarnya dibedakan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan sumber daya yang tidak dapat diperbarui.

Bangunan yang ramah lingkungan adalah bangunan yang merespon alam. Sebagai bagian dari alam, desain yang baik dan ideal adalah desain yang tidak mengabaikan keberadaan alam sekitar, alam secara global, dan pengguna. Desain bangunan yang baik seharusnya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya dan atau meminimalkan kerusakan pada lingkungan sekitar.

Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan energi alternatif, manajemen sampah yang baik, daur ulang air (menggunakan air abu-abu, yaitu air bekas untuk menyiram tanaman misalnya) dan pengaturan pemeliharaan bangunan

Pencahayaan alami adalah pemanfaatan cahaya yang berasal dari benda penerang alam seperti matahari, bulan, dan bintang sebagai penerang ruang. Karena berasal dari alam, cahaya alami bersifat tidak menentu, tergantung pada iklim, musim, dan cuaca. Diantara seluruh sumber cahaya alami, matahari memiliki kuat sinar yang paling besar sehingga keberadaanya sangat bermanfaat dalam penerangan dalam ruang. Cahaya matahari yang digunakan untuk penerangan interior disebut dengan daylight.

Daylight memiliki fungsi yang sangat penting dalam karya arsitektur dan interior. Distribusi cahaya alami yang baik dalam ruang berkaitan langsung dengan konfigurasi arsitektur bangunan, orientasi bangunan, kedalaman, dan volume ruang. Oleh sebab itu daylight harus disebarkan merata dalam ruangan.

Jadi, gimana caranya memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami supaya rumah masa kini tetap sehat?
  1. Membuat layout rumah yang sesuai kebutuhan dan dengan orientasi bangunan yang tepat
    Sebisa mungkin bukaan jendela menghadap ke arah selatan atau utara supaya mendapat manfaat terang matahari tapi juga terhindar dari panas matahari langsung. Ingat ya, pergerakan matahari adalah dari timur ke barat.

  2. Memaksimalkan pencahayaan alami dengan menggunakan skylight
    Skylight adalah jendela atau kaca yang berada di atap atau di dinding bagian atas yang berfungsi untuk memasukkan sinar matahari. Penggunaan skylight akan menarik karena dengan adanya limpahan cahaya matahari dari atas dengan sendirinya ruangan akan terasa lebih besar, ringan, segar dan menyenangkan

  3. Menerapkan sistem cross ventilation atau ventilasi silang
    Sistem penghawaan ruangan ini ideal dan caranya adalah dengan membuat dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan. Ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan zona bertekanan tinggi dan rendah yang tercipta oleh udara. Perbedaan tekanan pada kedua sisi bangunan akan menarik udara segar memasuki bangunan dari satu sisi dan mendorong udara pengap keluar ruangan dari sisi lain

  4. Membuat plafon dengan tinggi yang ideal
    Konfigurasi tata letak jendela, pintu dan lubang angin suatu ruangan akan semakin efektif kalau dilengkapi dengan ketinggian plafon yang tepat sebagai jalur sirkulasi udara. Umumnya orang akan membuat plafon di ketinggian 3 meter. Plafon juga digunakan untuk menangkal hawa panas dari atap jadi panas langsung dari atap nggak langsung masuk ke dalam ruangan.

  5. Menggunakan material atap yang tepat
    Sumber suhu dan hawa panas matahari paling banyak diterima oleh atap bangunan, makanya penting untuk menggunakan material atap bangunan yang nggak bisa menghantarkan panas juga memasang insulasi panas di bawah atap berupa lapisan aluminium dan glasswool supaya suhu di dalam rumah tetap sejuk


Apabila anda menyukai artikel ini silahkan like fanspage kami
 Whatsapp
  Pilih Jasa