Penulis Admin MitraRenov
Dipublikasikan: 03 Mar 2026 | Diperbaharui: 03 Mar 2026
Kebocoran pada atap adalah salah satu penyakit rumah tinggal yang paling mengganggu. Kebocoran atap bisa menyebabkan plafon rusak, cat dinding jadi mengelupas, dinding lembab hingga menyebabkan korsleting listrik! Terdengar bahaya kan?
Bagaimana cara mencegah masuknya air hujan menembus masuk ke dalam rumah?
Ada banyak faktor penyebab kebocoran, mulai dari bentuk atap, material hingga faktor lainnya.
Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui penyebab yang seringkali membuat atap jadi gampang bocor. Kami jelaskan secara singkat untuk anda ya!

Walaupun mungkin tidak secara langsung dan jarang disadari, kemiringan atap juga menjadi faktor penyebab kebocoran atap rumah.
Setiap jenis penutup atap atau genteng memiliki standar kemiringan atap yang berbeda-beda.
Misalnya atap tanah liat sebaiknya dipasang dengan kemiringan atap mulai dari 30°, sementara atap metal bisa dipasang di atap yang lebih landai mulai dari 5°.
Genteng rumah dipasang secara disusun atau ditumpuk, artinya akan ada celah antar genteng yang bisa menyebabkan masuknya air saat hujan angin.
Nah, disinilah letak masalahnya.
Jika atap semakin landai, maka celahnya semakin terbuka. Artinya begitu hujan deras turun, maka air bisa masuk ke dalam celah antara genteng dan rumah menjadi bocor.
Apakah atap yang curam adalah pilihan yang tepat? Tidak juga!
Atap yang terlalu curam justru membuat titik pertemuan antara genteng yang seharusnya saling mengunci karena beratnya sendiri menjadi longgar, dan genteng bisa lepas atau bergeser dari tempatnya.
Maka itu, kemiringan atap haruslah sesuai standar material genteng yang anda pilih.
Jurai atap sangat umum ditemukan pada bentuk atap pelana atau limasan. Jurai atap merupakan sambungan antar bidang atap. Supaya kebayang, coba lihat gambar di bawah ini ya.

Kalau jurai luar tentu air dapat mengalir tanpa harus mengenai jurai terus-menerus dan lebih tertutup, jadi masih lebih aman.
Tapi kalau atap anda memiliki jurai dalam, harus diperhatikan karena titik yang paling rawan bocor!
Kenapa jurai atap dalam jadi paling lawan? Karena jurai ini harus menampung air dari dua arah. Pada akhirnya volume air pada bagian jurai dalam akan meluap ke celah atap. Pada akhirnya terjadilah kebocoran.
Maka dari itu, karena bagian jurai paling rawan, anda harus cek. Apakah jurai atap ada keretakan, ada yang berkarat atau malah sudah tumbuh jamur?

Genteng atap yang rusak juga bisa menyebabkan kebocoran di rumah. Masalah ini menjadi masalah yang klasik karena atap memiliki usia pakai. Kerusakan genteng atap bisa beragam, mulai dari atap sering diinjak hewan, cuaca ekstrim dan usia pakai material.
Biasanya, genteng memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.
Misalnya, genteng dari tanah liat rawan terkena benturan keras, karena dapat pecah atau retak. Genteng beton lebih tahan dari tanah liat tapi harganya mahal. Genteng spandek kuat dan ekonomis, tapi dapat menyebabkan rumah jadi panas.
Jika anda sedang mencari jenis genteng yang cocok untuk anda, coba baca artikel yang pernah kami buat disini ya: Pilih Genteng Spandek, Tanah Liat Atau Beton?
Lalu bagaimana solusi menghindari kebocoran?
Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu mengecek bagian atap yang rusak.
Jika dapat dilakukan waterproofing, anda dapat melakukan pengecatan waterproofing. Tapi ingat, ini hanya solusi sementara.
Jika kerusakannya sudah parah, ada baiknya anda mengganti bagian genteng atap yang sudah rusak.

Talang air hujan juga seringkali menyebabkan atap rumah jadi rawan bocor.
Talang air hujan umumnya terbuat dari bahan ringan dan elastis seperti pipa PVC, karpet atau terpal plastik, dan metal seperti lembaran seng.
Walaupun jarang diperhatikan talang air justru bisa menyebabkan kebocoran pada atap. Kebocoran talang atap dapat dipicu karena adanya keretakan, karat, sambungan talang kendor, hingga tersumbat oleh tumbuhkan daun dan ranting.
Maka dari itu, untuk mengurangi kebocoran akibat dari talang air, lakukan pengecekan berkala. Terutama saat mau musim hujan. Pastikan talang air tidak tersumbat dan perbaiki jika ada talang yang rusak.

Waterproofing menjadi bagian penting untuk menghindari rumah dari kebocoran. Terlebih, kalau sambungan atap rumah anda terbuat dari beton, atau bahkan atap rumah merupakan dak beton, waterproofing adalah langkah yang wajib!
Waterproofing memiliki peran utama untuk mencegah air masuk ke celah beton. Begitu hujan turun, atap rumah tetap aman dari rembesan air hujan.
Tapi perlu diingat, waterproofing ini juga ada masa pakainya. Terutama saat cuaca ekstrim seperti panas terik atau hujan terus menerus, waterproofing bisa cepat mengelupas dan tidak efektif lagi. Maka itu, waterproofing harus dilapis ulang paling tidak 1 - 2 tahun sekali.
Selain itu, anda juga harus menyesuaikan jenis waterproofing dengan atap rumah anda. Apakah harus menggunakan cat, mortar atau membran. Anda dapat baca lebih lengkap disini: Lebih Murah Cat Waterproof atau Membran? Mana yang lebih berkualitas?

Atap dak seringkali dianggap aman dari kebocoran. Padahal, atap dak juga rawan terjadi kebocoran kalau tidak diperhatikan, walaupun atap dak sudah dilakukan waterproofing.
Saat hujan deras turun, atap dak beton seringkali tergenang oleh air. Genangan ini bisa diakibatkan oleh saluran air atap dak tersumbat dan kemiringan atap tidak sesuai standar.
Masalahnya, genangan air ini dapat kebocoran jika didiamkan terus menerus. Terlebih, air dapat memicu tumbuhnya jamur di bagian atap dak. Kalau sudah ditumbuhi jamur, akan sulit untuk diatasi.
Maka itu, atap dak beton harus diperhatikan dan harus dipastikan kering. Paling tidak, perhatikan setelah hujan untuk mengetahui apakah atap dak tergenang air atau tidak.
Pastikan juga, atap dak juga bersih dari sampah seperti daun dan ranting untuk menghindari pertumbuhan jamur dan menyumbat saluran air.

Memangnya genteng rumah bisa berjamur? Tentu bisa!
Atap rumah yang terbuat dari genteng tanah liat, beton, kayu (sirap), maupun bagian dak beton, dapat ditumbuhi jamur karena permukaannya berpori dan lembab.
Kondisi lingkungan yang lembab inilah yang membuat jamur mudah tumbuh pada bagian atap.
Kalau atap sudah berjamur, atap jadi rawan terjadi kebocoran. Saat hujan turun, air akan mudah memasuki celah-celah atap berjamur dan menetes ke plafon rumah.
Kalau jamur tumbuh sampai membuat genteng rumah rusak, seperti retak atau pecah, maka anda wajib mengganti genteng rumah yang sudah rusak. Tapi kalau masih muncul tanda-tanda saja, anda dapat membersihkannya.
Anda dapat membersihkannya menggunakan campuran air dengan pemutih atau cuka. Semprotkan ke bagian yang berjamur, diamkan beberapa menit, lalu sikat menggunakan sikat plastik hingga jamur memudar.
Setelah permukaan benar-benar kering, aplikasikan kembali cat anti jamur atau lakukan waterproofing ulang pada area tersebut agar jamur tidak mudah muncul kembali.
Kalau sudah mengetahui penyebab atap rumah sering bocor, sekarang waktunya untuk mengecek ya.
Setelah anda mengetahui penyebab atap rumah sering bocor, sekarang waktunya untuk mengecek ya.
Perlu diingat, pengecekan bagian atap rumah yang rusak akan lebih murah dibanding jika atap rumah sudah bocor dan merusak bagian lainnya.
Jika atap rumah sudah menemukan kebocoran, segera cari jasa pemborong rumah untuk renovasi rumah anda. Perbaikan kebocoran atap bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga mencegah kerusakan bagian rumah lainnya.
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 05 Feb 2020
Pada artikel ini kami mengajak anda untuk mengenal lebih baik talang air hujan, sehingga anda dapat menentukan sendiri jenis talang yang dibutuhkan rumah anda ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 06 Jul 2023
lebih baik gunakan atap dak atau atap genteng? Yuk, simak di bawah supaya makin tahu perbedaan dan kelebihan dari masing-masing tipe atap! ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 06 Feb 2024
Mengenali kelebihan dan kekurangan rangka baja ringan dan kayu sangat membantu anda dalam membangun rumah idaman. Yuk cek lebih lanjut ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 20 Aug 2025
High ceiling bikin rumah mewah dan luas, tapi salah konsep bisa bikin sumpek. Simak cara tepat merancangnya agar tetap nyaman! ...