Penulis Admin Mitrarenov
Diperbaharui: 12 May 2026 | Diterbitkan: 07 Feb 2018
Saat duduk di dalam rumah, kok rasanya pengap dan bikin tidak betah. Udara di dalam ruangan terasa seperti tidak mengalir dengan baik. Bahkan, saat dihirup malah terasa bikin mudah batuk.
Jangan-jangan desain jendela di rumah anda yang bikin sirkulasi udara tidak berjalan optimal. Rumah jadi terasa cepat panas, lembab, dan kurang sehat untuk keluarga.
Padahal, jendela bukan hanya sekedar elemen estetika bangunan. Rumah tanpa jendela yang tepat justru bisa terasa seperti oven saat siang hari.
Sebaliknya, dengan desain jendela yang tepat, rumah bisa terasa lebih adem, terang, dan udara di dalam rumah pun lebih segar.
Lalu, bagaimana cara membuat jendela rumah yang sehat dan adem untuk keluarga? Yuk kita bahas disini.
Ini dia beberapa cara membuat jendela rumah yang sehat untuk keluarga

Pastikan jendela rumah bisa dibuka dengan baik. Kenapa hal ini penting? Karena jendela yang dapat dibuka membantu terjadinya pertukaran udara segar dari luar dengan udara kotor yang ada di dalam rumah.
Tanpa disadari, di dalam rumah juga terdapat berbagai polusi yang dapat membuat kualitas udara menurun. Misalnya asap kompor gas, asap masakan, debu, hingga bahan kimia dari pestisida atau cairan pembersih rumah tangga.
Masalahnya, kalau jendela tidak bisa dibuka, udara kotor tersebut akan terus terperangkap di dalam ruangan. Akibatnya, udara menjadi pengap, tidak sehat untuk dihirup, dan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan (alodokter, 2026).
Inilah kenapa jendela yang bisa dibuka menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rumah sehat. Paling tidak, buka jendela setiap pagi agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap berjalan dengan baik.
Namun, jika rumah berada dekat jalan raya, kawasan industri, atau area dengan polusi udara tinggi, hindari membuka jendela saat kondisi lalu lintas sedang padat. Karena udara kotor dari luar justru bisa masuk ke dalam rumah.

Sumber: windownesia
Nah, kalau jendela sering dibuka, bukannya serangga jadi mudah masuk ke dalam rumah? Tidak juga, selama anda menambahkan kawat kasa pada jendela.
Kalau rumah anda memang rawan kemasukan nyamuk atau serangga, penggunaan kawat kasa bisa menjadi solusi tambahan. Kawat kasa membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah saat jendela dibuka.
Bahkan, beberapa jenis kawat kasa juga dapat membantu menyaring debu kasar dari luar rumah. Jadi, walaupun jendela dibuka untuk mendapatkan udara segar, rumah tetap terasa nyaman dan lebih aman dari gangguan serangga.
Tapi perlu diingat, kawat kasa juga harus rutin dibersihkan. Karena kalau debu dibiarkan menumpuk, justru bisa menjadi sumber kotoran di rumah.
Kalau kawat kasa mulai terlihat kotor, segera lakukan pembersihan agar udara yang masuk ke dalam rumah tetap sehat.

Nah, kalau rumah sudah punya jendela yang bisa dibuka, apakah otomatis udara kotor di dalam rumah langsung keluar? Jawabannya bisa iya, bisa tidak.
Kalau jendela berada dekat sumber polusi di dalam rumah seperti dapur, asap dan udara kotor memang lebih mudah keluar. Namun, kalau bukaan hanya berada di satu sisi rumah saja, pertukaran udara jadi kurang optimal.
Misalnya, rumah hanya memiliki bukaan di area depan, sedangkan bagian dapur atau belakang rumah tidak memiliki ventilasi. Akibatnya, udara panas, asap, dan polusi di dalam rumah bisa terperangkap di dalam ruangan.

Karena itu, rumah sehat sebaiknya memiliki ventilasi silang atau cross ventilation. Adanya bukaan jendela pada dua sisi dinding yang saling berlawanan agar udara dapat mengalir dengan lebih lancar.

Kalau ventilasi hanya berada di satu sisi saja, aliran udara biasanya kurang maksimal, bahkan bisa membuat ruangan tetap terasa pengap. Inilah yang membuat jendela akhirnya hanya berfungsi sebagai elemen dekorasi, bukan menjadi sumber sirkulasi udara segar.
Sebaliknya, saat rumah memiliki ventilasi silang, udara segar akan lebih mudah masuk dan mendorong udara panas serta udara kotor keluar dari dalam rumah. Karena itulah cross ventilation menjadi salah satu kunci rumah sehat dan adem.

Jendela mati atau jendela yang tidak bisa dibuka memang sering digunakan untuk membantu pencahayaan alami masuk ke dalam rumah. Selain itu, model ini juga banyak dipakai untuk menambah nilai estetika bangunan.
Namun masalahnya, kalau terlalu banyak menggunakan jendela mati, rumah justru bisa kekurangan sirkulasi udara. Cahaya matahari memang tetap masuk, tetapi udara segar tidak dapat mengalir dengan baik ke dalam ruangan.
Akibatnya, udara panas, kelembaban, dan polusi di dalam rumah menjadi lebih mudah terperangkap. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat rumah terasa pengap dan kurang sehat untuk penghuni rumah.
Sebenarnya penggunaan jendela mati tetap boleh digunakan, selama penempatannya tepat dan tidak berlebihan. Misalnya digunakan pada bagian atas dinding untuk membantu cahaya alami masuk ke dalam rumah.
Dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan tetap dikombinasikan dengan jendela hidup yang bisa dibuka, rumah tetap bisa terasa terang tanpa mengorbankan sirkulasi udara.

Selanjutnya, pastikan ukuran jendela rumah proporsional dengan luas ruangan. Jangan terlalu kecil, tapi juga tidak perlu terlalu besar.
Kalau ukuran jendela terlalu kecil, cahaya alami dan sirkulasi udara akan sulit masuk ke dalam ruangan. Akibatnya, rumah terasa lebih pengap, lembab, dan gelap saat siang hari.
Sebaliknya, jendela yang terlalu besar juga belum tentu ideal. Selain dapat mengurangi privasi penghuni rumah, paparan panas dari luar juga bisa lebih mudah masuk ke dalam ruangan, terutama jika posisi jendela menghadap arah matahari langsung.
Karena itu, ukuran jendela sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ruangan agar rumah tetap terasa nyaman, sehat, dan adem.
Apakah rumah yang tertutup tanpa banyak jendela akan terasa kurang sehat? Sayangnya iya. Karena rumah tanpa ventilasi yang baik membuat udara di dalam rumah lebih mudah terasa pengap dan lembab (hellosehat.com, 2025).
Tapi tenang, kondisi rumah yang mepet dengan tetangga sebenarnya masih bisa diatasi kok. Kuncinya adalah memastikan udara kotor di dalam rumah tetap bisa keluar dengan baik.
Misalnya area dapur. Area ini biasanya menjadi salah satu sumber polusi di dalam rumah karena menghasilkan asap, bau masakan, dan udara panas. Karena itu, penggunaan exhaust fan di dapur sangat disarankan agar udara kotor tidak menyebar ke seluruh ruangan.
Selain menggunakan exhaust fan, sebenarnya masih ada beberapa solusi tambahan lainnya. Memang bukan berupa jendela secara langsung, tetapi lebih ke sistem ventilasi tambahan agar sirkulasi udara di rumah tetap berjalan dengan baik.

Sumber: pinterest
Selain itu, anda juga bisa menggunakan atap geser atau sliding roof sebagai ventilasi tambahan. Jenis atap ini dapat dibuka saat udara di dalam rumah terasa panas atau pengap.
Karena udara panas secara alami akan naik ke atas, bukaan pada atap membantu membuang hawa panas dari dalam rumah. Dengan begitu, udara segar dari luar dapat masuk dan sirkulasi udara di rumah menjadi lebih lancar.
Tapi ingat, membuat atap geser tidak boleh sembarangan ya. Anda dapat melihat artikel kami yang membahas tentang tips atap rumah dapat digeser

Terakhir adalah menggunakan ventilator atap. Alat ini membantu mengeluarkan udara panas dan udara kotor dari dalam rumah ke luar bangunan.
Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, rumah akan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu pengap walaupun posisi bangunan cukup mepet dengan tetangga.
Nah, dari pembahasan yang sudah kita bahas, sebenarnya inti dari jendela rumah yang sehat adalah mampu menciptakan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah.
Karena dengan adanya ventilasi yang lancar, udara kotor dari dalam rumah seperti asap masakan, gas, asap rokok, hingga udara pengap dapat dibuang keluar dan digantikan dengan udara segar.
Kalau ventilasi rumah tidak berjalan dengan baik, rumah akan lebih mudah terasa lembab dan memicu pertumbuhan jamur. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele, karena spora jamur di dalam rumah dapat memicu gangguan dan infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, desain jendela dan ventilasi sebaiknya sudah dipikirkan sejak awal pembangunan rumah. Pastikan anda merencanakannya bersama kontraktor rumah yang memahami pentingnya ventilasi dan desain rumah sehat.
Jangan hanya fokus pada tampilan estetika, tapi pastikan juga rumah memiliki sirkulasi udara yang sehat dan nyaman untuk keluarga.
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 07 Aug 2023
Inilah beberapa waktu yang tepat untuk renovasi Rumah Anda harus mengetahuinya begitu juga alasan mengapa hal seperti ini perlu dipertimbangkan serius. ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 01 Jul 2017
Anda baru saja selesai membangun rumah dan terlihat retak pada dinding rumah anda. Apa penyebabnya dan solusinya? Temukan jawabannya berikut ini ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 08 Feb 2019
lalu apa yang menyebabkan air sumur memiliki aroma yang tidak sedap? Hal ini disebabkan oleh kandungan zat lainnya seperti zat... ...
Admin Mitrarenov
Diterbitkan 10 Jul 2023
Sudah tahukah Anda apa itu penangkal petir? Salah satu alat ini seringkali dipasang pada bangunan atau tempat yang tinggi. Lebih lanjutnya, simak disini! ...