Mengenal Cara Ngedak

Posting pada 23 Dec 2016 #


Meningkat rumah membutuhkan pembuatan plat lantai atau atap baru dari beton yang populer dengan istilah membuat dak beton atau ‘ngedak’. Mungkin ‘ngedak’ menurut anda adalah pekerjaan yang sulit, merepotkan dan berbiaya tinggi, tapi belum tentu demikian. Dalam artikel kali ini kami ingin berbagi informasi mengenai berbagai jenis dak beton, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. 

  1. Dak Beton Konvensional. Dak atau plat lantai dari beton yang menjadi standar dalam pembangunan rumah adalah dak yang dibuat dengan cara konvensional. Dak dibuat dari beton bertulang yaitu campuran semen, pasir, kerikil dengan tulangan dari besi beton yang dirangkai. Sebelum mengecor campuran beton terlebih dahulu harus dilakukan pembuatan bekisting (formwork) atau cetakan dari plat yang hendak dibuat, lalu diikuti pembesian yaitu perangkaian besi rangka plat, baru kemudian campuran beton dapat dibuat dan dituang di atas bekisting yang sudah dilengkapi rangka. Setelah pengecoran selesai, maka bekisting dapat dilepas setelah 4 - 21 hari tergantung ukuran dak. 

    Dak Beton konvensional masih menjadi pilihan banyak orang dalam membangun rumah, hal ini disebabkan karena dak beton konvensional mudah beradaptasi dengan berbagai bentuk denah rumah, dan materialnya relatif mudah didapat. Kekurangan dari dak beton konvensional adalah waktu pemasangan yang relatif lama, pemakaian material dalam jumlah besar (pasir, kerikil, semen, kayu dan besi), biaya tinggi, dan menghasilkan limbah kayu atau bambu bekas bekisting.


  2. Dak Beton dengan Floor Deck. Variasi dari dak beton konvensional yang saat ini mulai banyak digunakan adalah dak beton dengan floor deck atau yang lebih dikenal dengan bondek. Bondek adalah pengganti papan kayu atau tripleks yang digunakan sebagai bekisting, bondek terbuat dari besi dengan ketebalan 0,6 - 1 mm dan lebar 80 - 100 cm. Keuntungan dari penggunaan bondek adalah penghematan material; Pertama, bondek terbuat dari besi dan didesain untuk menggantikan tulangan plat bagian bawah (beton konvensional menggunakan 2 lapis anyaman / tulangan besi). Kedua, bentuknya profilnya seperti huruf ‘W’ mengurangi pemakaian bahan adukan beton hingga 30%. Dan karena bahannya lebih kuat dari tripleks, maka bondek tidak membutuhkan tiang penyangga sebanyak bekisting tripleks. Harga yang relatif masih mahal membuat banyak orang ragu menggunakan bondek, padahal jika dibandingkan dengan waktu dan jumlah personil yang diperlukan saat pemasangan belum tentu bondek lebih mahal dari beton konvensional. Nilai plus lainnya, tampilan bondek memiliki kelebihan tersendiri jika diekspos.


  3. Panel Lantai Beton. Panel lantai adalah material alternatif ngedak yang belum lama muncul di pasaran, bahan bakunya berasal dari beton ringan aerasi yang lazim digunakan untuk bata ringan. Panel lantai dicetak di pabrik dengan tulangan besi di dalamnya, memiliki ukuran tebal 125 - 200 mm, lebar 600mm, dan panjang hingga 6m.  Pemasangannya cukup dibaringkan bersusun di atas balok dinding rumah, kemudian diisi semen / grouting di sambungannya. Panel lantai ini menghilangkan kebutuhan akan bekisting, dan mengurangi jumlah penggunaan besi dan semen. Kekurangan dari panel lantai ini adalah masa pemesanan atau fabrikasi di pabrik yang relatif lama (hingga 1 bulan jika stock tidak tersedia di pabrik) dan modul yang kurang fleksibel untuk denah rumah yang tidak persegi, banyak lekuk, atau dinding melengkung. 


  4. Keramik Komposit Beton (Keraton / Ceiling Brick). Material ini memiliki prinsip pemasangan seperti panel lantai beton, tapi tiap modulnya terdiri dari bata keramik ukuran 25x20x10 cm yang disusun dengan perkuatan besi di tengahnya. Modul keraton difabrikasi terlebih dahulu di lapangan, setelah jadi baru disusun di atas balok dinding seperti panel lantai beton. Keraton memiliki semua keunggulan panel lantai beton, yaitu tidak membutuhkan bekisting, menghemat material beton (pasir, semen, kerikil dan air) hingga 30%, memiliki kemampuan meredam panas dan bunyi karena rongga pada material keramiknya dan memiliki berat yang relatif ringan sehingga ramah terhadap struktur. Selain itu, pasangan keraton juga memiliki tampilan yang unik jika diekspos. Kekurangan panel lantai dari keraton adalah tidak dapat dilubangi setelah terpasang, misalnya untuk pemasangan pipa, karena material keramiknya akan pecah sehingga tidak disarankan untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi. 


Baca juga : Tips Membuat Dapur Mungil

Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Masih bingung memilih? Berikut kami coba bantu anda dengan membuat tabel perbandingan dari keempat jenis material di atas:



Membuat dak beton atau ‘ngedak’ adalah bagian tak terlepaskan dari membangun rumah. Kini banyak alternatif tersedia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Kami harap artikel singkat ini dapat membuka cakrawala anda akan pilihan dak beton yang tersedia di pasaran. Diskusikan dengan kontraktor anda mengenai pilihan yang terbaik untuk rumah impian anda.

Apabila anda menyukai artikel ini silahkan like fanspage kami