Mengeksplorasi Keindahan Bahan Bangunan Sederhana

Posting pada 29 Dec 2020 #


Muncul sebagai bentuk protes terhadap gaya arsitektur mapan yang dianggap boros, gaya minimalis menawarkan desain penuh kesederhanaan, efisien, namun tetap fungsional. Dan tren ini masih berlanjut dan diminati sampai sekarang. Humble material atau material sederhana tetap bisa diterapkan pada ekspresi desain yang kreatif dan berani. Material ini tidak harus mahal atau mewah, tetapi penerapannya dalam desain hunian tidak berarti Anda harus mengorbankan daya tarik atau keunikannya.

Jenis material ini sangat terkenal dalam industri konstruksi. Sebagian besar orang menyebutnya sebagai material yang praktis, murah, original, dan natural. Satu paket lengkap. siapa yang tidak suka? Material yang dianggap kuno ini dapat diinterpretasikan ke dalam sebuah tampilan modern, dengan memadukan teknologi tinggi dan teknologi rendah. Bahkan, banyak arsitek menemukan inspirasi dalam keindahan struktur yang sederhana melalui penggunaan material ini secara tepat. Berikut adalah beberapa keistimewaan material tersebut.

  1. Kayu lapis alami

    kayu lapis alami

    Estetika: Informal, hangat, teknologi rendah

    Penggunaan: Material ini murah, gampang ditemukan, dan mudah digunakan dengan potensi luar biasa. Plywood atau triplek adalah bahan kayu lapis berupa lembaran tipis dan tahan lama. Material ini dapat digunakan di setiap bagian rumah, mulai dari plafon, penutup dinding,hingga backsplash dapur, tetapi sering kali dilapisi dengan permukaan finishing yang lebih halus.

  2. Papan kayu alami (live-edge wood)

    Papan kayu alami

    Estetika: Kasar, bisa dibuat modern, alami dan netral

    Penggunaan: Untuk membedakan dan memperlihatkan kontras pada geometri bangunan yang kaku. Live-edge wood adalah papan kayu alami tanpa finishing dengan potongan tepi yang tidak rata, yang diproses sesuai ketebalannya, tetapi tidak sama ragamnya. Papan kayu ini mengekspos bentuk alami potongan papan yang digergaji dari batang pohon. Tampilannya mungkin tidak sesempurna kayu produksi pabrik, namun memberikan aksen yang menarik pada sebuah rumah.

  3. Papan kayu tanpa finishing

    Papan kayu tanpa finishing
    Estetika: Skandinavia, hangat dan modern

    Penggunaan: Untuk memberikan tampilan Skandinavia yang bersih, hangat dan santai pada suatu ruang. Papan dengan cacat kayu digunakan dalam estetika minimalis, tanpa potongan atau detail rumit, tanpa kamuflase dan menghasilkan tampilan yang kaya sekaligus tahan terhadap rusak dan aus. Pada rumah ini, sambungan papan kayu menjadi satu-satunya ornamen. Penggunaan material yang sama pada dinding dan lantai tersebut menghasilkan permukaan dengan bobot yang sama dan menciptakan suasana yang hangat, santai, dan informal.

  4. Bata beton

    Bata Beton

    Estetika: Minimalis, bertekstur, netral, dingin

    Penggunaan: Untuk menonjolkan bentuk-bentuk geometris. Karena bersifat modular, bata beton (unit bata beton, atau CMU) paling baik digunakan dalam konfigurasi ortogonal biasa. Bata beton diproduksi secara bertahap dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Dengan berbagai finishing bertekstur, warna dan teknik instalasi yang tersedia, bata beton yang sederhana dapat digunakan untuk menciptakan berbagai macam tampilan permukaan, mulai dari siku dan runcing hingga bentuk tidak teratur dan mirip batu alam,

Apabila anda menyukai artikel ini silahkan like fanspage kami
 Whatsapp
  Pilih Jasa