7 langkah Mengecat Rumah Agar Tidak Cepat Mengelupas

Posting pada 12 Apr 2018

Cat dinding mengelupas umunya disebabkan oleh pengecatan awal yang salah dan lapisan cat akhir merekat kuat. Kerusakan tersebut sebenarnya dapat dihindari bila proses pengecatan awal dilakukan dengan benar dan pemilihan cat yang sesuai. 

Sebelum dilakukan pengecatan sebaiknya dinding dicat dengan cat dasar walaupun akan menggunakan cat eksterior. Penggunaan cat dasar bermanfaat untuk mencegah cat luar bersentuhan dengan alkali yang terkandung dalam campuran semen, pasir dan air. 

Berikut langkah-langkah untuk mengatasi cat dinding yang mengelupas.
Alat-alat dan bahan : Kuas rol (roller), bak untuk mengecat, lap basah dan lap kering, cat tembok (eksterior), kuas, kape, ampelas no 100-200 dan cat dasar (alkali resistant prymer).

Langkah-langkah pengerjaan : 
  1. kerok cat yang mengelupas dengan menggunakan kape, ampelas permukaan dinding hingga sisa cat hilang. 
  2. Agar benar-benar bersih, lap dengan lap kering, kemudian dilanjutkan dengan lap basah. 
  3. Aplikasikan cat dasar pada dinding yang telah dibersihkan dengan menggunakan roller. 
  4. Pengecatan cukup satu lapis, kemudian biarkan kering selama 1-2 jam. Sembil menunggu cat kering, campurkan cat eksterior dengan air 10% dari jumlah cat. 

    BACA JUGA : Tips Mencari Kontraktor Bangunan Terbaik

  5. Aduk cat hingga rata, kemudian tuang ke dalam bak pengecatan. 
  6. Aplikasikan cat pada permukaan dinding yang telah diberi cat dasar. Gunakan kuas kecil untuk mengecat pinggiran dinding atau lis. 
  7. Setelah lapisan pertama mengering (2-3 jam), lanjutkan pengecatan lapisan kedua di atas lapisan pertama.
Supaya lapisan cat pada dinding tidak mudah mengelupas maka plamur tidak boleh digunakan. Sering terjadi plamur digunakan sebagai lapisan cat dasar.Padahal plamur hanya berfungsi sebagai penutup retak-retak rambut yang halus pada dinding/tembok.Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan sebelum proses pengecatan,cat akan mudah mengelupas.

Bagi Anda warga Bandung yang tidak mau repot dengan pekerjaan renovasi rumah, kini kami hadir di kota Anda. Anda bisa menggunakan jasa renovasi rumah bandung hanya dengan mengakses website mitrarenov.com

Read More

Cara Membuat Rumah Kayu Minimalis

Posting pada 12 Apr 2018

Rumah minimalis kayu dianggap sebagai cerminan dari kondisi ekonomi seseorang yang rendah karena dianggap tidak mampu membeli bahan bangunan yang harganya terbilang mahal. Namun pada dasarnya tidak semua anggapan tersebut benar, banyak orang kaya yang suka dengan kesederhanaan dan memilih rumah kayu sebagai tempat tinggal yang nyaman. Perlu anda ketahui bahwa saat ini rumah kayu masuk dalam kategori rumah klasik yang harganya sudah sangat mahal terlebih jika dibuat menggunakan kayu yang memiliki kualitas baik seperti kayu jati.

Rumah dengan bahan kayu lebih dominan dan tak lebas dari unsur tradisional yang mungkin sudah cukup sulit untuk kita jumpai saat ini. Hal ini dimanfaatkan para pelaku usaha misalnya restoran yang mengusung konsep tradisional sehingga serasa berada dipedesaan. Dalam membuat rumah kayu ada banyak tahap yang harus dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal yang kokoh, nyaman dan menyenangkan.


Syarat Membangun Rumah Kayu.
Dalam membangun rumah kayu baik ukuran besar maupun kecil memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi agar rumah terlihat sempurna dan nyaman untuk dihuni salah satunya pemilihan lokasi rumah yang tepat. Rumah kayu harus dibangun ditempat yang tidak memiliki unsur merusak dan membuat rumah tahan lama misalnya ditepi pantai. Selain itu juga pemilihan jenis kayu menjadi prioritas utama agar rumah kayu bisa berdiri kokoh hingga puluhan tahun.

Namun untuk pemilihan jenis kayu harus disesuaikan dengan nilai-nilai fungsi yang menunjukkan arsitektur dari rumah kayu tersebut. Sebagai contoh kayu jati memiliki kualitas yang sangat bagus untuk membangun sebuah rumah dan sebagai dinding anda bisa menggunakan papan kayu yang memiliki tekstur lembut sehingga akan terlihat lebih menarik dan indah.

BACA JUGA : 7 langkah Mengecat Rumah Agar Tidak Cepat Mengelupas

Proses Pengawetan Rumah Kayu.
Ketika kita hendak membuat sebuah rumah kayu, maka kayu yang digunakan harus menjalani proses pengawetan terlebih dahulu. Tindakan ini bertujuan agar bangunan rumah dapat berdiri kokoh dan mempertahankan elemen kayu agar tidak mudah keropos.

Untuk proses pengawetan itu sendiri dapat dilakukan dengan cara mencelupkan kayu didalam kolam dalam kurun waktu beberapa bulan atau bisa dengan mengecat permukaan kayu sehingga kayu tidak termakan oleh serangga atau rayap.

Bagi Anda warga bandung yang ingin membangun rumah tipe minimalis, Anda bisa memakai jasa kontraktor rumah bandung di mitrarenov.com, karena kami kini hadir di kota Anda! Memesan kontraktor untuk membangun rumah secara online kami Ahlinya!
Read More

Tips Memilih Jendela Rumah Yang Baik Untuk Kesehatan Keluarga

Posting pada 07 Feb 2018

Pernah membayangkan rumah tanpa jendela? Wah, pasti Anda tinggal di hunian yang minus cahaya alami dan pengap sekali. Tetapi, pernah membayangkan memiliki rumah dengan jendela berukuran besar hingga mencapai plafon? Atau malah belum terbayangkan?


Biasanya kalau Anda membeli rumah dari pengembang, Anda akan mendapati rumah dengan ukuran jendela yang standar. Lain ceritanya, kalau Anda menyewa jasa arsitek untuk mendesain rumah Anda. Biasanya arsitek akan membuat jendela lebar untuk memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan alami.

Kalau Anda melihat desain-desain rumah di luar negeri terutama negara Eropa, Amerika Serikat, dan lainnya, banyak desain yang menampilkan rumah dengan jendela kaca berukuran lebar plus pintu kaca yang besar.


Desain ini bisa dilihat dalam Roteta House yang didesain oleh biro arsitek asal Spanyol, Estudio Pena Ganchegui. Roteta House adalah sebuah rumah yang terletak di San Sebastian, kota yang terletak di pinggir pantai di Spanyol.

Estudio Pena Ganchegui memang tidak mendesain jendela kaca dalam ukuran masif, namun ada beberapa jendela kaca berukuran besar. Sisanya memang kecil namun banyak dan mencapai plafon.

Banyaknya jendela dalam rumah ini membuat cahaya matahari leluasa masuk sehingga rumah tidak memerlukan penerangan lampu di siang hari. Rumah pun bisa menjadi lebih sehat berkat pencahayaan alami.

Kalau Anda sedang merenovasi rumah, coba saja desain jendela berukuran besar agar rumah bisa bergelimang cahaya matahari. Berani mencoba?

Sumber: Okezone.com
Read More

Memanfaatkan Ruangan di Lantai 2

Posting pada 29 Dec 2017

Memanfaatkan ruangan di lantai 2 bagi bangunan rumah yang memang di desain memiliki 2 lantai, tentunya sudah biasa. Lantai 2 dapat dijadikan kamar utama, kamar tidur anak-anak, ruang baca, ruangan bersantai, lantai 2 juga seringkali dilengkapi balkon dan ruang bermain anak. 

Di lantai 2 juga dapat dibuatkan tempat khusus untuk menjemur pakaian agar tidak mengganggu pemandangan di halaman rumah. Namun yang akan dibahas dalam artikel kali ini memanfaatkan ruangan di lantai 2, maksudnya adalah memanfaatkan loteng rumah

Selama ini para pemilik rumah di Indonesia kebanyakan berpikir bahwa loteng rumah itu identik dengan sarang tikus, tempat singgah kucing liar, kotor, suram bahkan menyeramkan. Padahal apabila setiap bagian rumah dimanfaatkan, maka kesan kotor dan suram itu akan hilang. Selain itu, apabila rumah tidak berukuran besar, maka ruangan di loteng dapat menjadi alternatif untuk kamar tidur, ruang bersantai maupun dijadikan gudang. 

Asal muasal ide ruangan lantai 2

Jauh sebelumnya, masyarakat luar negeri dari wilayah Eropa dan Amerika terbiasa memanfaatkan loteng menjadi ruangan yang bermanfaat. Bahkan tak jarang loteng rumah direnovasi dan menjadi ruangan super nyaman dilengkapi dengan kamar mandi dan teras. Jendela kaca menghadap ke langit juga dapat dipasang, agar dapat memandangi langit malam sembari berbaring atau duduk santai di ruangan loteng.

Banyak ide dan konsep kreatif untuk memanfaatkan loteng rumah. Merombak loteng atau bagian atap rumah menjadi ruangan nyaman, memang masih jarang dilakukan oleh para pemilik rumah di Indonesia. Sering kali pemilik rumah di Indonesia skeptis dengan menyengatnya hawa yang panas terutama ketika siang hari. Selain itu, persoalan dinding yang miring dan dianggap kurang nyaman.

Tips melakukan renovasi ruangan di lantai 2

Apabila akan membuat rumah baru, tentunya akan lebih mudah memanfaatkan loteng rumah karena sejak awal kita bisa menggunakan jasa arsitek dan kontraktor. Kemudian request agar didesainkan dan dibuatkan ruangan nyaman di loteng yang sesuai dengan harapan kita. Hal ini juga dapat dilakukan pada rumah yang sudah ada. Lakukan renovasi dengan menggunakan jasa kontraktor atau tukang bangunan yang ahli.

Sebelum memanfaatkan loteng rumah sebagai ruangan, tentunya plafon terlebih dulu harus dicor atau didak agar dapat difungsikan sebagai lantai. Kemudian kerangka atap didesain sedemikian rupa agar ruangan tidak terganggu kuda-kuda atap atau tiang-tiang. Sebaiknya perhatikan beberapa hal sebelum membuat ruangan yang nyaman di loteng, antara lain.

  1. Sebelum memanfaatkan loteng rumah dengan melakukan renovasi dan membuat ruangan, sebaiknya cek terlebih dahulu kelayakan struktur atap dan dinding. 
  2. Ketinggian atap atau loteng yang ideal untuk dijadikan ruangan ialah 2, 4 meter (titik tertinggi hingga lantai loteng)
  3. Tambahkan insulasi termal pada atap seperti : Glasswool, Polyester, Alumunium foil, maupun Bubble Foil.
  4. Gunakan lantai yang ringan untuk ruangan di loteng, seperti kayu yang telah diberikan anti rayap. Atau gunakan bahan vinyl yang lebih tahan rayap dan jamur namun tetap memiliki motif kayu.
  5. Akses untuk turun naik ruangan di loteng wajib aman. Apabila ukuran rumah tidak besar, tangga fabrikasi untuk loteng dapat dijadikan pilihan karena didesain agar dapat dilipat jika tidak digunakan.
Apabila ingin memanfaatkan loteng rumah, memang dibutuhkan perencanaan matang. Sekarang jika hendak membuat rumah baru atau pun merenovasi rumah yang sudah ada, maka tidak ada salahnya jika mulai memanfaatkan bagian loteng lalu dijadikan ruangan yang nyaman.

Read More

Halaman terbatas? Sejukkan rumah dengan Taman Vertikal

Posting pada 29 Dec 2017

Rumah impian adalah tempat peristirahatan anda dan keluarga setelah lelah beraktifitas. Taman yang indah dengan berbagai tanaman dan bunga adalah tempat istirahat anda tanpa harus bersusah payah keluar dari rumah. Bagaimana jika rumah anda memiliki halaman terbatas? Mungkin Taman Vertikal adalah solusi untuk anda. 

Apa itu Taman Vertikal?

Taman vertikal dikenal pula dengan sejumlah istilah seperti; Vertical Garden, Green Wall, Living Wall, Taman Tegak, Taman Susun, Taman Gantung dan lain-lain. Istilah ‘Vertikal’ mengacu pada susunan tanaman dan elemen taman yang diatur pada dan/atau membentuk bidang tegak. Terdapat  beragam pengertian mengenai taman vertikal yang seringkali digunakan ahli taman, sebagian menyebut taman vertikal tidak menggunakan tanah, misalnya tanaman rambat yang tumbuh di dinding bangunan. Sementara sebagian lagi tetap mengenal penggunaan sedikit tanah tapi pada lahan yang terbatas.

Manfaat Taman Vertikal

Banyak sekali manfaat taman vertikal untuk rumah, anda sendiri dan keluarga. Semua manfaat taman pada umumnya ada pada taman vertikal, ditambah sejumlah manfaat lain yang menjadi nilai tambah. Manfaat taman vertikal antara lain:

  • Memaksimalkan lahan. Dengan menanam tanaman secara vertikal anda dapat mendapatkan lebih banyak penghijauan pada luas lahan yang terbatas. Dengan taman vertikal anda juga dapat membentuk ruang pada taman anda, membuka akses baru, membuat backdrop dan sebagainya.
  • Pemeliharaan tanaman lebih mudah, karena resiko terkena hama dan penyakit tanaman yang datang dari kontak dengan tanah jauh berkurang, jauh dari gangguan hewan seperti anjing atau kucing, dan proses pemeliharaan tidak melelahkan dan menyakiti punggung.
  • Menghijaukan area yang umumnya tidak dijadikan taman, seperti dinding bangunan, railing teras atau tangga, atap dan lain-lain.
  • Taman vertikal memiliki fleksibilitas tinggi, anda dapat bereksperiman dengan berbagai jenis tanaman karena taman vertikal mudah diganti, dan anda dapat memiliki lebih banyak jenis tanaman permeter persegi di banding taman biasa. 
  • Mempercantik ruang. Taman vertikal dapat meningkatkan kualitas visual ruang dalam maupun ruang luar. Penghijauan di ruangan dipercaya dapat meningkatkan semangat kerja dan menyembuhkan penyakit, bahkan karena tanaman pada taman vertikal mudah diganti atau ditukar maka ruang anda bisa memiliki pemandangan yang selalu berbeda setiap saat.
  • Taman vertikal mampu menciptakan Iklim mikro, mengurangi panas lingkungan, mendinginkan dinding tempat tanaman melekat dan meredam suara.
  • Taman vertikal meningkatkan kualitas udara dan kesehatan anda, dengan menghisap polutan, mengikat debu berbahaya dan meningkatkan kadar oksigen di udara.
  • Menciptakan habitat baru untuk burung dan serangga, sehingga mendukung terjadinya biodiversitas. 
  • Dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan, seperti buah-buahan, sayuran, bumbu masak dan lain-lain.

Berbagai jenis Taman Vertikal

Bagaimana membuat taman vertikal di rumah? Berikut sejumlah jenis Taman vertikal yang umum dan dapat anda pilih.

  • Green Facade adalah taman vertikal yang memanfaatkan tanaman rambat. Tumbuhan rambat ditanam di tanah atau di pot dan dirancang sedemikian rupa sehingga tumbuh dan menutupi struktur vertikal tertentu (misalnya dinding, pagar, pipa, tiang, dan lain-lain).
  • Green Wall atau Living Wall adalah sistem taman vertikal yang terdiri dari panel-panel media tanam atau sudah ditanami sebelumnya yang dipasang secara vertikal pada dinding struktur atau rangka. Panel-panel ini umumnya terbuat dari plastik, polystyrene, kain sintetik. Sistem ini lebih banyak digunakan pada gedung-gedung komersial, hal ini disebabkan karena sistem ini membutuhkan perawatan dan sistem pengairan yang khusus.  
  • Taman gantung adalah taman vertikal yang terbentuk dari pot-pot atau wadah tanaman yang disusun dengan digantung atau dikaitkan pada struktur vertikal, seperti dinding, pagar, atau rangka yang dirancang khusus. Wadah tanaman dapat memanfaatkan berbagai jenis material tergantung dari kreatifitas perancangnya, daur ulang peti bekas, pipa PVC, talang air, bahkan bekas botol air mineral dapat disulap menjadi taman vertikal. 

Tanaman untuk Taman Vertikal

Jenis tanaman yang dapat digunakan untuk Taman Vertikal adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak tanah dan air untuk tumbuh, tahan cuaca dan angin, juga mudah dipelihara. Untuk taman vertikal yang diletakkan di dalam ruangan, maka anda harus memilih jenis tanaman yang tidak membutuhkan cahaya matahari langsung. Beberapa tanaman yang umum digunakan untuk taman vertikal antara lain; Kuping Gajah, Tanduk Rusa, Begonia, Lili Paris, Kucai, Lipstik, Sirih Merah, Syngonium dan lain sebagainya. 

Taman vertikal adalah jawaban untuk anda yang memiliki rumah dengan halaman atau taman yang terbatas. Taman vertikal memberikan demikian banyak manfaat dan kesempatan pada anda untuk bereksperimen dan berkreasi sendiri di rumah. Jadi tunggu apa lagi? Segera hubungi penyedia jasa taman vertikal terdekat. Selamat bercocoktanam.
Read More
 Whatsapp
  Pilih Jasa