Tips Menghemat Biaya Bangun Rumah dan Unsur Pembentuknya

Posting pada 04 Aug 2017 # Harga Bangun Rumah, Biaya Bangun Rumah, Bangun Rumah Hemat, Harga Pemborong Rumah, Harga Tukang Bangunan


Membangun rumah adalah hal yang rumit bagi kebanyakan orang. Mencari arsitek, lalu menemukan pemborong / kontraktor yang cocok kadang membutuhkan kesabaran tersendiri. Setelah menemukan pemborong maka kita masih harus memeriksa penawaran harga bangun rumah  dari pemborong tersebut. Kenapa harga yang muncul berbeda dari harga barang yang sama di toko bahan bangunan? Mengapa membongkar bangunan lama saja menjadi demikian mahal? Pertanyaan-pertanyaan ini kami harap dapat terjawab setelah anda membaca artikel singkat ini. 

  • Unsur pembentuk harga borongan
    Hal utama yang harus anda ketahui adalah bahwa harga bangun rumah borongan yang diajukan kontraktor terdiri dari banyak unsur pembentuk. Yang paling utama adalah harga upah dan harga material pembangunan rumah, kemudian dilengkapi oleh harga alat bantu, transportasi / mobilisasi, kelebihan (waste) material, biaya operasional, pajak, keuntungan kontraktor dan lain-lain.

  • Harga Upah / Jasa Pekerjaan
    Harag upah bangun rumah adalah biaya upah tenaga kerja untuk satu pekerjaan tertentu. Secara umum biaya upah ini bisa dihitung per hari kerja atau per volume pekerjaan, setiap kontraktor memiliki cara dan kebiasaan masing-masing dalam membayar upah tenaga kerjanya. Yang perlu anda ketahui adalah hal-hal yang mempengaruhi harga upah, yaitu: Pertama, lokasi pekerjaan, semakin jauh lokasi kerja, keluar pulau misalnya, makin mahal biaya mendatangkan tenaga kerja, dan biasanya tenaga kerja meminta upah yang lebih dari biasanya. Kedua, target waktu penyelesaian. Dengan jadwal penyelesaian yang ketat, maka kontraktor akan melemburkan tenaga kerjanya, umumnya upah tenaga kerja dihitung dua kali lipat per hari lembur. Ketiga, faktor kesulitan pekerjaan. Ada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ahli untuk melaksanakannya, pekerjaan marmer misalnya, untuk pekerjaan seperti ini kontraktor pasti mendatangkan tukang spesialis yang lebih mahal upahnya dibanding harag bangun rumah tukang biasa. 

  • Harga Material
    Harga material adalah harga bahan bangunan yang dibutuhkan untuk satu pekerjaan tertentu. Seringkali kita heran mengapa harga bangun rumah ditawarkan kontraktor lebih mahal dari harga toko. Beberapa hal yang mempengaruhi harga material antara lain: Pertama, Faktor kelebihan material (waste). Sejumlah material, misalnya keramik lantai, tidak bisa dihitung murni sesuai luas volume pemasangan. Untuk 3 M2 lantai, kontraktor harus menyediakan keramik 4 dus (4 M2) karena sebagian material terbuang akibat keramik yang dipotong untuk menyesuaikan bentuk ruangan. Kedua, faktor jumlah atau volume pembelian material. Seperti kegiatan jual-beli pada umumnya, semakin banyak kita membeli barang maka harga dapat ditekan. Demikian pula dengan bahan bangunan, semakin besar volume maka harga material dapat ditekan, sebaliknya volume yang sedikit berpotensi meningkatkan harga material.  Ketiga, ketersediaan material di pasaran. Material yang sulit didapat, apalagi impor, akan meningkatkan harganya. Keempat, material pendukung. Beberapa pekerjaan, pemasangan keramik misalnya, tidak hanya terdiri dari material keramik saja, tetapi membutuhkan material lain seperti perekat dan pengisi nat yang biayanya juga ditambahkan ke dalam biaya pekerjaan.

  • Unsur Pendukung
    Jangan lupakan bahwa kontraktor membutuhkan sejumlah unsur pendukung untuk melaksanakan pekerjaan dan biaya unsur ini turut dimasukkan ke dalam harga bangun rumah tersebut. Unsur pendukung tersebut antara lain: Pertama, alat bantu. Sejumlah material membutuhkan alat bantu untuk memasangnya. Alat kerja kecil seperti gergaji, obeng, dan sendok semen umumnya sudah menjadi alat standar tukang, tetapi alat besar seperti mixer dan vibrator beton, atau genset harus disewa oleh kontraktor. Kedua,   transportasi atau mobilisasi. Mobilisasi pekerja, material dan alat membutuhkan biaya yang tentunya termasuk pula ke dalam biaya pekerjaan.

  • Jasa (Fee) Kontraktor 
    Di luar biaya-biaya di atas, kontraktor juga membutuhkan biaya sebagai pengganti biaya operasional kantor, pengawasan lapangan dan tentunya margin keuntungan. Sejumlah kontraktor memasukkan biaya-biaya ini ke dalam item tersendiri yang biasa disebut jasa (fee) kontraktor, tetapi banyak pula yang tidak menimbulkan biaya ini dan memasukkannya di dalam biaya pekerjaan. Besaran yang umum diterapkan oleh kontraktor untuk biaya-biaya ini adalah 10-15% dari harga bangun rumah keseluruhan.
Harga bangun rumah harus anda ketahui sebelum memulai proses membangun rumah impian. Semoga penjelasan kami dapat memberikan gambaran pada anda mengenai unsur apa saja yang ada di balik harga penawaran kontraktor, sehingga anda dapat mengenali apakah kontraktor sudah mengajukan harga sesuai kewajaran sekaligus melakukan negosiasi untuk item-item penawaran yang menurut anda terlalu mahal. Selamat membangun.


Apabila anda menyukai artikel ini silahkan like fanspage kami