Ketahui Bagian Rumah yang Punya Nilai Jual

Posting pada 19 Oct 2016

Ketika Anda berniat menjual sebuah rumah, tentunya banyak upaya yang harus dilakukan selain memasang iklan dan menunggu sang calon pembeli datang. Sekedar saran, bahwa sangat penting untuk mengetahui bagian rumah mana yang pertama kali dilihat atau dicari oleh calon pembeli potensial ketika mengunjungi rumah incarannya.

Pastinya ada beberapa ruangan di rumah yang biasanya justru menjadi bagian yang menentukan bagi calon pembeli untuk mengambil keputusan; apakah rumah tersebut layak dibeli atau tidak.
BERITA REKOMENDASI

Dan seperti yang dirangkum oleh zen.homezada.com maka berikut adalah daftar ruangan serta saran perbaikan agar rumah dapat terlihat lebih menarik bagi calon pembeli.

1. Kamar Mandi

Banyak calon pembeli rumah yang menganggap ruangan ini sangatlah penting. Sebuah keluarga besar biasanya mencari kamar mandi yang besar dan memiliki bath tub, sedangkan untuk pasangan muda yang aktif biasanya lebih tertarik kepada kamar mandi yang praktis dengan pancuran air.

Rapikan dan bersihkan seluruh bagian kamar mandi sebelum calon pembeli datang, pastikan kamar ini berada dalam kondisi yang terbaik.

2. Kamar Tidur

Ruangan ini adalah salah satu ruangan yang penting karena fungsinya sebagai tempat beristirahat yang digunakan sejak malam hingga pagi hari. Karena itu, tentunya banyak calon pembeli yang menginginkan kamar tidur yang terasa nyaman dan bikin rileks.

Keluarga yang sudah memiliki anak biasanya akan tertarik pada kamar yang luas agar bisa meletakkan ranjang bayi atau tempat tidur tingkat. Jadi sebelum calon pembeli datang, pastikan seprai tempat tidurnya baru diganti dan tidak ada baju yang berserakan.

3. Dapur

Dapur merupakan jantung dari rumah – terutama bagi sebuah keluarga besar. Biasanya calon pembeli seperti ini akan mencari dapur yang nyaman karena mereka akan banyak menghabiskan waktu di ruangan tersebut.

Berbeda dengan pasangan muda yang biasanya hanya melihat kepraktisan dalam penggunaan. Jika ingin membuat dapur tampak berkilau coba bersihkan bagian permukaan dapur dengan baking soda dan cuka. Cat ulang juga dinding dapur untuk tampilan yang lebih segar.

Baca juga : Cara Mencegah Stop Kontak Dibuat Main Anak

4. Ruang Keluarga

Ruangan ini juga menjadi pusat perhatian ketika seorang calon pembeli masuk, inilah tempat dimana mereka dapat bercengkrama dan berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga. Tempat untuk menonton TV, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain-lain.

Pastikan ruang keluarga tidak tampak berantakan di saat calon pembeli datang. Perhatikan juga apakah ada noda yang menempel di sofa atau karpet. Segera bersihkan dengan cairan khusus.

5. Ruang Makan

Bagian rumah yang satu ini biasanya menghubungkan dapur dan ruang keluarga. Di sini juga tempat untuk menyajikan makanan dan menjamu para tamu yang berkunjung. Biasanya calon pembeli menginginkan ruang makan yang praktis sekaligus nyaman dilihat.

Sebuah keluarga besar lebih menyukai ruang makan dengan meja makan yang besar sedangkan pasangan muda lebih menyukai meja kecil dan beberapa pasang kursi. Agar ruang makan terlihat baru, cat dinding ruangan ini atau ganti tegel lantainya.

Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Sumber : Okezone.com

Read More

Stopkontak dibuat main oleh anak? Ini bahaya dan pencegahannya.

Posting pada 18 Oct 2016

“Awas kesetrum” Itulah seruan yang sering kita ucapkan pada buah hati kita saat berdekatan dengan alat listrik, khususnya outlet listrik dinding yaitu stopkontak. Kesetrum adalah istilah populer untuk peristiwa tersengat listrik.

Sengatan listrik (electric shock) terjadi akibat aliran listrik pada tubuh manusia. Tubuh kita yang mengandung air adalah penghantar listrik yang baik, sehingga ketika kita menyentuh sumber listrik, akan terjadi aliran dari sumber tersebut ke bumi yang bertegangan rendah atau netral.  

Sumber sengatan listrik antara lain adalah; peralatan listrik yang rusak atau usang (misalnya kabel terbuka), peralatan listrik yang terkena atau terendam air, power lines yang jatuh, dan sambaran petir. 

Bahaya tersengat listrik
Apa bahaya tersengat listrik? Tersengat listrik dapat menyebabkan cedera ringan sampai kematian, tergantung dari jenis dan tinggi tegangan, ketahanan tubuh, dan lama paparan. Akibat yang umum terjadi adalah:
  1. Luka bakar, umumnya terjadi pada titik kontak dengan sumber listrik dan bumi.
  2. Perusakan otot, syaraf dan jaringan. Dengan gejala awal kontraksi otot (kejang dan kaku).
  3. Serangan jantung.
  4. Gangguan termal suhu badan.
  5. Cedera akibat tersengat listrik.
Pertolongan pertama
Apa yang harus kita lakukan saat buah hati kita tersengat listrik? Berikut sejumlah langkah penting yang harus anda ketahui: 
  1. Jangan sentuh atau memindahkan korban, matikan sumber aliran listrik dahulu dengan mematikan saklar, meter listrik, memutus kabel dan lain-lain. Jika terpaksa, lepaskan korban dari sumber menggunakan benda yang tidak menghantarkan listrik (misalnya: batang kayu kering).
  2. Periksa korban jika sudah aman. Periksa denyut jantung dan pernafasan, jika tidak bernafas maka secepat mungkin lakukan resusitasi jantung paru-paru atau CPR.
  3. Segera cari bantuan medis.
  4. Jangan pindahkan korban untuk menghindari adanya cedera lain yang tidak kita ketahui.
  5. Jangan tinggalkan korban dan usahakan agar korban tenang untuk menghindari potensi syok berlebihan.
Cegah sebelum terjadi
Apa yang bisa kita lakukan agar buah hati kita terhindar dari bahaya kesetrum? Pertama, sebelum membangun rumah, rancang letak stopkontak di lokasi yang sulit dicapai si kecil, dapat ditinggikan setara saklar lampu, atau diletakkan di tempat yang terlindung oleh furniture (bawah meja makan, belakang lemari, dan lain-lain).

Kedua, gunakan stopkontak yang memiliki fitur pengaman, atau gunakan tutup (cover) stopkontak. Saat ini banyak beredar di pasaran pengaman stopkontak berupa sumpal atau tutup plastik yang dapat dikunci. 

            
Ketiga, kurangi penggunaan kabel roll atau terminal kabel. Jika terpaksa, maka gunakan terminal yang tidak terlalu panjang kabelnya, stopkontak berpengaman, memiliki saklar tersendiri, atau diberi cover. Jangan lupa untuk selalu mematikan atau mencabut terminal jika tidak digunakan.

Dan yang terpenting, beri pendidikan dan pengertian pada buah hati mengenai bahaya tersengat listrik. Latih mereka dengan kebiasaan sehari-hari seperti: 
  1. Jangan menyentuh kabel terbuka atau telanjang.
  2. Keringkan tangan sebelum menyentuh atau menggunakan alat listrik.
  3. Gunakan sandal atau sepatu karet sebelum beraktifitas dengan listrik.
  4. Khusus untuk balita, sebaiknya jauhkan semua alat listrik dari jangkauan. Jika perlu, tutup stopkontak dengan isolasi atau lakban.

Kesetrum atau tersengat listrik bisa berakibat fatal, pertolongan pertama yang baik dapat menyelamatkan nyawa korban. Tetapi, pencegahan bahaya melalui perencanaan sejak awal, penggunaan armatur stopkontak dan cover yang baik,  dan pendidikan mengenai bahaya tersebut wajib kita laksanakan demi keselamatan buah hati kita di rumah. Konsultasikan masalah ini pada arsitek dan kontraktor rumah anda, mereka akan dengan senang hati mengakomodirnya.

Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Semoga bermanfaat
Team Mitrarenov

Read More

Bagaimana Agar KPR Anda Disetujui 99%, Tanpa Ditolak Oleh Bank Manapun

Posting pada 12 Oct 2016

Kalau anda pernah berurusan dengan pengajuan kredit ke bank, pasti pernah mengalami penolakan yang anda sendiri tidak mengerti kenapa ditolak. Dokumen lengkap dan gaji besar saja tidak cukup untuk meloloskan pengajuan anda.

Apakah anda harus tampil parlente agar orang bank percaya? … tidak harus
Apakah anda harus menyewa mobil mewah agar orang bank yakin anda punya duit? … salah besar
Jadi agar pengajuan anda disetujui oleh bank bagaimana?

Kata kunci dari persetujuan pengajuan KPR anda adalah “Repayment Capacity” atau dalam bahasa Indonesianya kemampuan konsumen untuk membayarkan kembali. Seseorang yang tinggi Repayment Capacity nya pasti akan semakin tinggi tingkat persetujuan kreditnya oleh bank

Ada 3 parameter bank dalam melihat Repayment Capacity seseorang khusus untuk pengajuan KPR, yaitu:

  1. BI checking


    BI checking ini merupakan gerbang pertama pengajuan anda. Ada istilah kolektibilitas yang menunjukkan kelancaran pembayaran anda di tahun-tahun sebelumnya. Seluruh cicilan yang menggunakan bank, multifinance, KTA, kartu kredit, KUR dan pinjaman modal usaha akan muncul di BI checking selama 3 tahun terakhir. Tabel BI checking adalah sebagai berikut:


    Pengajuan yang dapat disetujui bank jika kolektibilitas anda SELALU 1
    Kalau pernah menunggak apakah mungkin disetujui? Sebagian bank akan menolak pengajuan kredit jika anda pernah menunggak, tetapi sebagian bank masih memungkinkan untuk disetujui dengan catatan:

    - Hanya kolektibilitas 2 yang dikarenakan anda lupa transfer atau kesalahan teknis (contoh: gagal autodebet). Jika anda terlambat membayar hingga kolektibilitas 2, diusahakan untuk membayar angsuran tidak lewat dari bulan berjalan
    - Jika diluar itu atau bahkan sampai kolektibilitas 3, 4 dan 5, kami yakin pengajuan anda pasti ditolak oleh bank

  2. Gaji/penghasilan


    Repayment capacity juga dilihat dari seberapa besar gaji/penghasilan anda setiap bulannya. Maksimal angsuran yang diperbolehkan adalah 40% dari gaji rutin bulanan. Seperti pada table dibawah:


    Jika anda memiliki gaji Rp 10 juta, maka angsuran maksimal yang diperbolehkan adalah Rp 4 juta. Sedangkan 60% atau Rp 6 juta sisanya dianggap untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Berarti semakin besar gaji, semakin besar juga peluang disetujui? Tidak selalu
    Bank juga akan melihat berapa total pengeluaran anda setiap bulan, gaya hidup, cicilan motor, cicilan mobil, kartu kredit, KTA dan lain sebagainya. Semakin kecil pengeluaran anda, maka kemungkinan disetujui justru semakin tinggi. Mungkin saja konsumen yang memiliki gaji 10 juta justru lebih disukai oleh bank dibanding konsumen yang memiliki gaji Rp 20 juta. Ilustrasinya terlampir:


    Jika 2 orang diatas mengajukan ke bank dengan cicilan Rp 2 juta setiap bulan, maka yang berpeluang disetujui adalah B.
    Bagaimana jika A ingin agar peluang disetujuinya tinggi? A dapat menggunakan join income dengan istri

    Apakah uang yang diterima setiap bulan dianggap sebagai penghasilan? Tidak semuanya

    Bagi karyawan: 
    Yang dianggap sebagai penghasilan adalah yang diterima rutin. Contoh: gaji pokok dan tunjangan jabatan. Sementara, penerimaan lain yang tidak rutin tidak akan dianggap sebagai penghasilan. Contoh: uang lembur, tunjangan dinas, tunjangan kesehatan.
    Karyawan kontrak kurang disukai bank, apalagi jika masih magang. Jadi sebaiknya jangan mengajukan dahulu hingga anda diangkat menjadi pegawai tetap

    Bagi pengusaha: 
    Rata-rata penerimaan dalam 6 bulan terakhir yang tercantum pada rekening tabungan/giro yang dianggap sebagai penghasilan.
    Bagaimana jika penghasilan setiap bulan berbeda-beda? Dalam 1 bulan masuk Rp 100 juta, di bulan berikutnya hanya Rp 5 juta? … Biasanya penghasilan tipe ini adalah pengusaha kontraktor yang mengerjakan project. Bank akan menghitung, apakah penghasilan yang diterima itu cukup untuk membayar di bulan berikutnya bukan hanya bulan berjalan.
    Bagaimana jika usaha baru berjalan? Standar bank adalah usaha anda sudah berjalan minimal 2 tahun, jika kurang dari itu maka akan dilihat faktor lain yang meyakinkan bahwa usaha anda akan sustain (bertahan lama)
    Bagaimana jika penghasilannya tidak masuk ke rekening? Perlu justifikasi dari pihak bank, mereka akan datang ke lokasi untuk menghitung traffic pembelian di beberapa hari yang berbeda

  3. Jaminan


    Ketika anda sudah lolos BI checking dan perhitungan penghasilan mencukupi, maka yang terakhir dilihat oleh bank adalah jaminan. Jaminan dianggap bank sebagai second way out, artinya jika bermasalah dengan first way out (macet pembayaran angsurannya, kolektibilitas 5, lihat tabel kolektibilitas sebelumnya), maka jaminan tersebut dapat digunakan untuk menutupi sisa hutangnya.
    Dalam pengajuan KPR untuk membangun/merenovasi rumah, jaminan yang lazim digunakan adalah sertifikat tanah yang akan dibangun. Bank menilai jaminan ada 2 yaitu nilai pasar dan nilai likuidasi. Nilai likuidasi berbeda aturan setiap bank, biasanya sekitar 70% dari nilai pasar. Besar Pengajuan kredit yang disetujui biasanya dipatok tidak lebih dari nilai likuidasi

    Contoh:
    Nilai pasar hasil appraisal = Rp 500 juta
    Nilai likuidasi = 70% x Rp 500 juta = Rp 350 juta
    Kredit yang disetujui = Rp 350 juta (maksimal)

    Bagaimana jika kredit yang diajukan melebihi nilai likuidasi? Silahkan cek penjelasan skema dibawah

Skema Kredit yang Digunakan dalam Membangun Rumah

  1. Kredit Tanpa Agunan
    Sesuai dengan namanya kredit ini keunggulannya adalah tanpa agunan, kelemahannya adalah bunganya sangat tinggi
  2. Kredit Multiguna
    Kredit multiguna ini digunakan bebas, sekehendak anda asalkan dapat membayar angsurannya saja. 
    Bolehkah untuk biaya pernikahan? Boleh
    Bolehkah untuk menutup hutang ke rentenir? Boleh
    Bolehkah untuk merenovasi rumah? Boleh tetapi nilainya tidak lebih besar dari nilai likuidasi jaminan
  3. Kredit Renovasi/Pembangunan Rumah
    Yang paling sesuai adalah kredit renovasi/pembangunan rumah, nama produknya bisa bermacam-macam. Keunggulannya adalah bunga paling murah dan jumlah kredit bisa melebihi nilai likuidasi awal

    Contoh
    Nilai pasar hasil appraisal= Rp 500 juta (nilai tanah Rp 400 juta + nilai bangunan Rp 100 juta)
    Nilai likuidasi awal = 70% x Rp 500 juta = Rp 350 juta
    Rencana renovasi = Rp 400 juta 

    Maka nilai pasar dengan bangunan baru adalah 
    = tanah + bangunan baru
    = Rp 400 juta + Rp 400 juta
    = Rp 800 juta

    Nilai likuidasi dengan bangunan baru adalah 
    = 70% x Rp 800 juta = Rp 560 juta

    Kredit yang disetujui = Rp 560 juta (maksimal)

Jadi jika anda menggunakan KTA dan multiguna, perhitungan maksimal kredit akan lebih kecil dari kredit pembangunan rumah. 
Mungkinkah pencairan tersebut dilakukan sekaligus? Tidak mungkin
Biasanya anda diminta untuk merenovasi sebesar DP, tunjukkan progressnya ke pihak bank. Segera setelah itu bank akan melakukan pencairan kredit secara bertahap berdasarkan progress pembangunan rumah anda

Selamat membangun rumah impian anda
Team Mitrarenov
Read More

Lantai Keramik Rumah Anda Bergelombang dan Mau Pecah, Apa Yang Salah?

Posting pada 11 Oct 2016

Lantai keramik rumah anda tidak rata atau bergelombang atau bahkan tiba-tiba pecah dengan sendirinya? Kejadian yang sering disebut keramik ‘meledak’ atau ‘popping’  ini banyak terjadi pada rumah yang relatif masih baru. Apa penyebabnya? Bagaimana mencegahnya? Simak artikel di bawah ini.
 

Kondisi elemen di bawah keramik
Penyebab pertama keramik ‘popping’ adalah perubahan atau pergerakan elemen di bawah lantai. Jika lantai berada di atas permukaan tanah, maka gempa dan banjir dapat menyebabkan pergerakan tanah di bawah pasangan lantai, dan memaksa pasangan lantai yang melekat di atasnya untuk ikut bergerak. Jika pasangan lantai keramik di atas dak beton, maka selain faktor gempa, muai-susut dak beton yang belum sempurna dapat juga menyebabkan terjadinya pergerakan pada dak beton dan pasangan keramik di atasnya.  

Perekat lantai
Perekat keramik tradisional (semen, pasir dan air) menyusut seiring berjalannya waktu akibat menguapnya air. Penyusutan perekat yang tidak seragam akan mendorong keramik untuk lepas dengan sendirinya. Selain itu, pemasangan perekat yang tidak merata menyebabkan timbulnya lubang (kopong) di bawah keramik. Lubang-lubang ini dapat terisi air atau udara yang peka terhadap perubahan suhu. Saat terjadi perubahan suhu ekstrim lubang ini dapat memuai atau menyusut dengan cepat dan memaksa keramik di atasnya untuk ikut bergerak. 

Nat
Nat atau Jarak antar keramik yang terlalu rapat, menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik.  

Beban Berlebihan dan benturan benda keras.
Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.  

Mutu lantai keramik
Lantai keramik memiliki kadar muai-susut akibat perubahan suhu dan kelembaban. Keramik bermutu rendah seringkali memiliki kadar muai-susut yang besar sehingga saat muai-susut terjadi tidak sinkron dengan perekatnya, keramik dapat lepas dari perekatnya atau bahkan pecah jika tekanannya besar. 
Bagaimana mencegahnya? Dan apa yang dapat dilakukan jika keramik lantai terlanjur meledak atau ‘popping’?

Langkah pencegahan
  1. Dak beton telah kering sempurna sebelum dipasang keramik.
  2. Gunakan perekat khusus sesuai jenis lantainya. 
  3. Gunakan keramik yang bermutu. Jika tidak, maka salah satu cara untuk menghindari muai/susut mendadak adalah dengan merendam keramik di air sebelum pemasangan.
  4. Gunakan alat bantu pemasangan keramik.

  5. Jarak nat antar keramik harus sesuai spesifikasi, dan gunakan pengisi nat yang bermutu.

  6. Periksa setelah pemasangan dengan mengetuk keramik, bagian yang pasangannya tidak sempurna akan terdengar kosong atau kopong.

  7. Beri waktu pengeringan yang cukup, lantai jangan langsung digunakan atau diberi beban. 

Perbaikan
Perbaikan keramik dapat dilakukan sebelum pecah atau ‘popping’. Jika terdeteksi sejak awal bahwa terjadi lubang di bawah keramik (suara kopong atau keramik ‘goyang’ saat diinjak), maka kami sarankan anda melepas keramik yang bermasalah, kupas adukan perekatnya sampai dasar dan pasang kembali keramiknya. Jika terlanjur pecah, maka tidak ada pilihan lain anda harus mengganti keramik yang pecah dengan yang baru. 
Demikian uraian kami mengenai penyebab meledaknya keramik atau ‘popping’. Mudah-mudahan dapat menjadi masukan anda dalam mewujudkan rumah impian anda. 

Subscribe Newsletter Mitrarenov untuk mendapatkan update terbaru membangun dan merawat rumah. Klik di sini

Selamat Membangun Rumah Impian
Team Mitrarenov

Read More

Dinding rumah baru anda retak? Berikut penyebab dan solusinya.

Posting pada 06 Oct 2016

Anda baru saja selesai membangun rumah, dan berencana untuk segera menggunakannya. Tapi apa yang terjadi? Terlihat retak pada dinding rumah anda. Anda pasti berpikir dua kali sebelum menggunakan rumah tersebut. Dinding retak merupakan masalah yang sering muncul pada dinding, baik pada rumah baru maupun rumah lama. Kenali penyebab dan pelajari solusinya agar anda siap menghadapi semua kemungkinan. Berikut sejumlah penyebab keretakan dinding:

1. Kegagalan atau kerusakan struktur 
Kegagalan struktur untuk memikul beban atau akibat  kelebihan beban,  gerakan gempa atau benturan dapat mengakibatkan retaknya pasangan bata yang melekat pada struktur, yang akan berlanjut pada retaknya plester yang menutupinya.


2. Pasangan dinding
Kualitas batu bata dan perekat yang kurang baik dapat menyebabkan lepas atau pecahnya pasangan bata. Hal ini akan berakibat langsung pada retaknya plester dan acian dinding yang menutupi pasangan tersebut.  


3. Plester dan Acian
Retak pada plester atau acian dinding terjadi akibat pengerjaan acian saat plester belum kering sempurna atau belum selesai proses penyusutannya, takaran campuran plester atau acian yang tidak tepat, juga penggunaan semen biasa untuk acian. 


4. Perbedaan bahan
Plester atau acian dapat retak karena pertemuan bahan yang berbeda, misalnya pertemuan antara struktur beton dengan pasangan bata, pasangan bata dengan kayu, atau plesteran dengan pipa listrik atau pipa air di dalam dinding. Hal ini terjadi karena sifat semen yang tidak mampu melekat dengan bahan lain seperti kayu dan plastik, atau akibat terjadi gerakan pada elemen yang berbeda tersebut.


Tentu saja mengenal penyebab tidaklah lengkap tanpa memahami bagaimana pencegahan dan perbaikannya. Berikut solusi yang anda perlu ketahui:

1. Selidiki penyebab
Pertama, selidiki penyebab keretakan, apakah bersumber dari kegagalan struktur (lihat apakah terjadi keretakan atau lengkung pada elemen struktur, khususnya kolom dan balok), retak pada pasangan bata, atau hanya pada acian atau plesteran. Waspadai pula jika ada elemen lain di dinding, misalnya pipa PVC atau kolom kayu. 


2. Perkuatan struktur
Jika retak dinding terjadi akibat kegagalan struktur, maka anda harus melakukan perkuatan struktur. Perkuatan dapat berupa penebalan atau penambahan struktur. Jika kerusakan yang terjadi parah, maka anda harus membongkar atau mengganti dinding dan struktur yang rusak sebelum mempengaruhi bagian lain dari rumah anda. Konsultasikan segera pada ahlinya, ingat kerusakan struktur bisa berakibat fatal pada rumah anda.

3. Bongkar pasangan, plester dan aci ulang
Perbaikan dinding retak tergantung pada kedalamannya. Jika retak terjadi sampai pasangan bata, maka anda sebaiknya membongkar sebagian dinding dan mengganti pasangan bata yang rusak. Pastikan bahwa pasangan bata baru sudah kering sempurna sebelum plester dan aci ulang. Jika retak terjadi akibat tidak homogennya plesteran dengan pipa, lapisi pipa dengan kawat ayam sebelum melakukan plester dan aci ulang.   

4. Menambal Retak
Retak yang terjadi sebatas acian umumnya disebut retak rambut. Untuk mengatasinya, kupas cat sampai lapisan acian, lebarkan lubang retak dengan mengetrik acian sepanjang retakan, lalu isi lubang dengan acian (seringkali ditampahkan lem putih). Setelah kering sempurna, ulang pengecatan dinding sesuai aturan. 



Demikian penyebab dan solusi perbaikan dinding retak dari kami. Sekali lagi kami ingatkan, jangan sepelekan keretakan dinding, periksa penyebabnya dan konsultasikan dengan ahlinya.  


Selamat membangun rumah impian
Team Mitrarenov

Read More